Jokowi Sebut Ekonomi Hang, Rizal Ramli: Operatornya Kurang Canggih, Perlu di-ctrl+alt+delete

292
Presiden Joko Widodo dan Rizal Ramli.

JAKARTA– Tokoh nasional sekaligus mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Rizal Ramli menyindir Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal kondisi ekonomi dunia, termasuk Indonesia yang diibaratkan Jokowi seperti komputer sedang hang dan perlu restart.

Diketahui pernyataan itu disampaikan Presiden Jokowi dalam Pidato Kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI dan DPR/DPD RI Tahun 2020 pagi tadi, Jumat (14/8/2020).

Menurut Rizal, kondisi ekonomi Indonesia sudah jelek jauh sebelum ada wabah virus corona. Begitu ada wabah ini, kondisinya makin anjlok hingga minus 5,32 persen pada kuartal II 2020.

Dari sisi kesehatan juga krisis bertambah parah karena angka positif corona makin naik, begitu pun jumlah kematian yang terus bertambah setiap harinya. Dia menyebut kondisi ini bukan karena ‘komputer yang hang’, tapi ‘operatornya’ yang kurang canggih.

“Tadi dikatakan bahwa komputernya hang, saya mohon maaf tapi jangan-jangan komputernya pejabat yang hang. Kalau misalnya komputernya hang, yang enggak canggih berarti operatornya,” ujarnya dalam acara Ngobrol Perkembangan Indonesia Bareng Rizal Ramli, secara virtual, Jumat (14/8/2020).

Menurut dia, kalau hanya komputernya saja yang hang, sangat mudah untuk dihidupkan kembali dengan menekan tombol ctrl+alt+delete. Tapi dia, melihat saat ini operator yang memiliki komputer tersebut yang tidak bisa mengoperasikan dengan baik.

“Kalau hang mah gampang, ctrl+alt+delete kan gampang restart. Kok ribet amat? Nah kalau untuk restart saja pejabat enggak bisa, jangan-jangan yang hang bukan komputernya, ada hal lain,” terangnya.

Sebelumnya, dalam pidato tadi pagi, Jokowi menyebut bahwa semua negara, mulai dari negara miskin, berkembang, termasuk negara maju, sedang mengalami kemunduran karena terpapar COVID-19. Krisis perekonomian dunia juga terparah dalam sejarah.

Di kuartal pertama 2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih plus 2,97 persen, tapi di kuartal kedua minus 5,32 persen. Ekonomi negara-negara maju bahkan minus belasan persen, sampai minus 17 persen. Kemunduran banyak negara besar ini bisa menjadi peluang dan momentum bagi Indonesia untuk mengejar ketertinggalan.

Dia pun mengibaratkan kondisi ekonomi semua negara, termasuk Indonesia, saat ini seperti komputer yang sedang macet. Semua negara pun harus menjalani proses mati sesaat.

“Ibarat komputer, perekonomian semua negara saat ini sedang macet, sedang hang. Semua negara harus menjalani proses mati komputer sesaat, harus melakukan restart, harus melakukan re-booting. Semua negara mempunyai kesempatan men-setting ulang semua sistemnya,” ujar Jokowi. (msn/fajar)

Sumber Berita / Artikel Asli : Fajar

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...