Jokowi Merasa Aman Usai Pilih Erick Thohir, Ternyata Masih Ada Kelemahan Ini

480
Erick Thohir

JAKARTA – Erick Thohir dipilih memimpin tim pemenangan pasangan Joko Widodo-Maruf Amin.

Dengan keberadaan Erick Thohir melengkapi media besar yang telah ada di kubu Jokowi.

Di kubu mereka sudah ada pimpinan media grup, Surya Paloh. Kemudian ada Hary Tanoe sebagai bos MNC, sekarang ditambah Erick Thohir dalam jajarannya. Bisa dikatakan media nasional sudah 75 persen dikuasai kubu Jokowi.

Jokowi tampaknya memakai filosofis Rupert Murdoch pemilik grup media besar Amerika Serikat.

Rupert Murdoch pernah berkata, “Jika ingin kuasai dunia, maka kuasai lah medianya.”

Pakar komunikasi politik Universitas Airlangga, Suko Widodo mengatakan pemilihan Eric Tohir selaras dengan kondisi dunia politik yang telah berada dalam era informasi.

“Di era di mana everyone goes digital, maka manajemen  institusi politik juga mau tidak mau harus berubah budaya.  Budaya melek informasi. Demikian juga strategi pemenangan pemilihan, harus bertumpu dengan manajemen modern. Di sini lah Eric Tohir diyakini mampu menjadi pengatur strategi marketing politik,” tuturnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (9/9).

Ia menegaskan, kekuatan media komunikasi dengan teknologi modern akan menjadi andalan untuk melakukan pengaruh politik.

“Yang penting lagi, manajemen pemenangan harus berseiring dengan politisi yang punya jaringan. Sementara manajemen yang dipegang ET kemungkinan hanya bertugas di wilayah persebaran informasi, pengelolaan brand saja,” jelasnya.

Suko memaparkan ada celah kelemahan juga di pihak Jokowi. Adalah kekuatan relasi yang bisa memanjemennya.

“Komunikasi ahlinya Eric. Tapi untuk pemenangan butuh kekuatan relasi/ jaringan. Nah ini yang belum ada orangnya,” tutupnya.

 (jto/rmol/pojoksatu)

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here