Jokowi Longgarkan PPKM, WHO Langsung Ngomel: Indonesia Saat Ini Hadapi Tingkat Penularan yang Sangat Tinggi

387
Lambang WHO/Pixabay/Padrinan /

World Health Organization (WHO) langsung melayangkan protes keras terkait rencana pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4.

Sepertid diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengumumkan perpanjangan PPKM Darurat yang kemudian berganti istilah menjadi PPKM Level 4 hingga 25 Juli 2021.

Meski memperpanjang masa PPKM, Presiden Jokowi mengisyaratkan adanya pelonggaran. Diantaranya soal jam buka PKL dan pedagang kecil.

“Indonesia saat ini menghadapi tingkat penularan yang sangat tinggi dan ini menunjukkan betapa penting penerapan kesehatan masyarakat dan langkah-langkah pembatasan sosial yang ketat, terutama pembatasan pergerakan di seluruh negeri,” bunyi laporan terbaru WHO seperti dilaporkan Reuters, Kamis, 22 Juli 2021.

Dalam laporan situasi Covid-19 terbaru itu, WHO menyatakan bahwa penerapan pembatasan sosial dan kesehatan masyarakat secara ketat sangat penting.

Lembaga Kesehatan Dunia ini menyerukan tambahan “kebijakan tanggap sesegera mungkin” untuk mengatasi peningkatan tajam infeksi Covid-19 di 13 dari 34 provinsi di Indonesia.

Sebelumnya pun sejumlah media internasional menyebut Indonesia sebagai salah satu episentrum pandemi global dalam beberapa pekan terakhir karena tren penularan Covid-19 melonjak lima kali lipat lima pekan terakhir.

Pekan ini, jumlah kematian Covid-19 Indonesia mencapai rekor tertinggi, yakni lebih dari 1.300 dalam sehari. Jumlah kematian itu menjadi salah satu yang tertinggi di dunia.

Pernyataan media asing pun sebelumnya ditolak oleh Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari.

Siti Fadilah mengatakan, pelabelan tersebut merupakan hal yang memalukan. Harusnya, pemerintah bekerja keras untuk menghindari label negatif tersebut.

“Kalau perlu kerja 24 jam, menterinya harus berpikir keras agar jangan sampai status itu diberikan ke kita. Itu waktu masa saya dulu,” kata Siti Fadilah dalam kanal Hersubeno Point di YouTube, Selasa, 20 Juli 2021.

Ditambahkannya, jika para menteri bekerja dengan baik maka rakyat akan terselamatkan dari pandemi. Namun, hal itu memang butuh pengorbanan luar biasa.

“Saya sampai mengorbankan diri saya sendiri di penjara karena melawan dan mereformasi WHO,” ujarnya.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Galamedia

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here