Jokowi Kesal Neraca Dagang Tekor, Lion Air Kandangkan Boeing 737 MAX

Round-Up 5 Berita Terpopuler

686

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) kesal karena neraca dagang Indonesia masih tekor. Bahkan, Jokowi sempat melontarkan pernyataan ‘bodoh banget’ lantaran persoalannya sudah tahu, namun tidak segera dibereskan.

Selain soal neraca perdagangan, berita terpopuler lainnya masih soal Boeing 737 Max 8. Kali ini soal maskapai yang diminta setop sementara pengoperasian Boeing 737 Max 8, pasca kecelakaan Ethiopian Airlines.

Salah satu maskapai yang menghentikan penggunaan pesawat tersebut adalah Lion Air. Persoalannya setelah mengandangkan Boeing 737 Max 8, bagaimana dengan jadwal penerbangan? Apakah akan terganggu? Menurut Managing Directors Maintenance Lion Air, Moch Rusli mengakui bahwa delay penerbangan pasti ada. Terlebih lagi dengan jumlah pesawat Boeing 737 max 8 yang dimiliki Lion Air cukup banyak.

Mau tahu cerita selengkapnya, berikut 5 berita terpopuler detikFinance sepanjang Selasa (12/3/2019).

(1) Neraca Dagang RI Masih Tekor, Jokowi: Bodoh Banget Kita

Presiden Joko Widodo (Jokowi) geram lantaran Indonesia dalam kurun waktu yang lama selalu dihadapkan dengan persoalan defisit transaksi berjalan dan juga defisit neraca perdagangan. Bahkan, Jokowi sempat mengeluarkan pernyataan ‘bodoh banget’ lantaran akar masalahnya sudah diketahui, tapi tak kunjung selesai juga

“Defisit transaksi berjalan, defisit neraca perdagangan membebani kita berpuluh-puluh tahun tapi tidak diselesaikan, padahal kuncinya kita tahu investasi dan ekspor, kuncinya di situ,” kata Jokowi saat meresmikan Rakornas Investasi di ICE BSD, Banten, Selasa (12/3/2019).

“Tahu kesalahan kita, tahu kekurangan kita, rupiahnya berapa defisit kita tahu, kok nggak kita selesaikan, bodoh banget kita kalau seperti itu,” lajut Jokowi Jokowi.

(2) Boeing 737 MAX 8 Lion Air Dikandangkan, Bagaimana Nasib Penumpang?

Lion Air akan mengalihkan rute penerbangan maskapainya yang menggunakan pesawat Boeing 737 max 8 yang telah dilarang Kemenhub. Pengalihan tersebut dilakukan ke pesawat milik Lion Air jenis yang lain.

Managing Directors Maintenance Lion Air, Moch Rusli mengakui bahwa delay penerbangan pasti ada. Terlebih lagi dengan jumlah pesawat Boeing 737 max 8 yang dimiliki Lion Air cukup banyak.

“Delay pasti ada, tapi kita bisa manage karena harus mematuhi apa yang ada di PM tentang delay management. Dari sisi komersial nanti kita support dengan pesawat yang stand by di luar max (Boeing 737 max 8), untuk mem-back up operasional kita,” kata Rusli, saat ditemui di Rusli di Hanggar Lion Air, Cengkareng, Tangerang, Selasa (12/3/2019).

(3) Garuda Pakai Pilot ‘Khusus’ Terbangkan Boeing 737 MAX 8

Komisaris Utama Garuda Indonesia Agus Santoso menjelaskan, pilot yang mengendalikan Boeing 737 MAX 8 ialah pilot yang memiliki standar di atas yang ditetapkan pabrikan.

“Pilot ini standarnya lebih dari yang ditetapkan dari Boeing-nya sendiri. Boeing menyebutkan bahwa kalau ada permasalahan di sensor dan sebagainya switch automatically itu ke manual,” ujarnya di Grand Mercure Hotel Jakarta, Selasa (12/3/2019).

Dia juga mengatakan, pilot yang menerbangkan Boeing 737 MAX juga telah menjalani simulasi jika pesawat mengalami gangguan.

“Jadi untuk pilot-pilot menerbangkan MAX itu, khusus Garuda kami wajibkan harusnya pilot harus melalui simulator,” sambungnya.

(4) Neraca Dagang Tekor Terus, Jokowi Mau Tambah 2 Menteri?

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku sudah mempertanyakan kepada jajaran menteri kabinet kerja terkait dengan pembentukan dua kementerian baru, yakni investasi dan khusus ekspor.

Hal tersebut dikarenakan perekonomian nasional selalu dihadapkan dengan persoalan defisit transaksi berjalan dan defisit neraca perdagangan.

Masih kecilnya pangsa pasar yang dimiliki Indonesia menjadi tanggung jawab pemerintah bersama.

“Saya sudah sampaikan minggu lalu dalam forum rapat kabinet, apakah perlu, saya bertanya apakah perlu kalau situasinya seperti ini yang namanya menteri investasi dan menteri ekspor, sudah,” kata Jokowi saat acara Rakornas Investasi di ICE BSD, Banten, Selasa (12/3/2019).

(5) Jokowi Kesal Neraca Dagang RI Tekor, Ini Datanya

Berikut data neraca perdagangan RI selama 2018

Januari: defisit US$ 756 juta
Februari: defisit US$ 52,9 juta
Maret: surplus US$ 1,12 miliar
April: defisit US$ 1,63 miliar
Mei: defisit US$ 1,52 miliar
Juni: surplus US$ 1,74 miliar
Juli: defisit US$ 2,03 miliar
Agustus: defisit US$ 1,02 miliar
September: surplus US$ 227 juta
Oktober: defisit US$ 1,82 miliar
November: defisit US$ 2,05 miliar
Desember: defisit US$ 1,1 miliar (hns/dna) detik

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...