Jokowi ke Anggota Dewan: Tak Perlu Studi Banding ke Luar Negeri, Bisa Lewat Smartphone

175

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa regulasi atau perundangan-undangan harus melindungi kepentingan nasional. Karenanya, dia meminta ukuran kinerja anggota dewan harus diubah.

“Bukan diukur dari seberapa banyak UU, PP, Permen atau pun Perda yang dibuat. Tetapi sejauh kepentingan rakyat, kepentingan negara dan bangsa bisa dilindungi,” ujar Jokowi saat memberi pidato di depan sidang bersama DPD dan DPR RI, Jumat (16/8).

Di hadapan para anggota yang hadir, Jokowi juga mengingatkan kepada jajaran eksekutifnya agar lebih efisien. Salah satunya dengan tidak sering-sering melalukan kunjungan studi banding ke luar negeri.

“Untuk apa studi banding jauh-jauh sampai ke luar negeri padahal informasi yang kita butuhkan bisa diperoleh dari smart phone kita,” ujarnya.

Jokowi lantas mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan sebuah gambar ke hadapan para anggota. “Mau ke Amerika? Di sini komplit ada semuanya. Mau ke Rusia di sini juga ada semuanya,” ujar Jokowi sambil menunjuk layar ponselnya.

“Dan saya kira ini juga relevan untuk bapak ibu anggota dewan,” imbuh Jokowi disambut gemuruh dan tepuk tangan para anggota yang hadir. (*/Dry) indonesiainside

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here