” Jokowi Kalah Telak di Sumbar” Viral Berita Pernyataan Gubernur IP Soal “Anak Tiri” Terkait Hasil Pilpres, Begini Penjelasan Pemprov Sumbar

12110

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Biro Humas memberikan penjelasan terkait dengan viralnya pemberitaan yang menulis ucapan Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno (IP); “Jangan Anak Tirikan Daerah yang Tidak Mendukung Presiden Terpilih”.

Kepala Biro Humas Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Jasman Rizal menegaskan bahwa Gubernur IP tidak pernah mengeluarkan pernyataan tersebut.

Melalui klarifikasi tertulis yang ia sampaikan di group whats’app “Sumbar dalam Online”, Rabu, 24 April 2019 malam, Jasman menjelaskan bahwa atasannya tersebut tidak pernah menyatakan secara langsung “Jangan Anak Tirikan Daerah yang Tidak Mendukung Presiden Terpilih” sebagaimana tertulis dalam pemberitaan media dimaksud.

Berikut klarifikasi tertulis Jasman Rizal dalam group WA “Sumbar dalam online” yang beranggotakan lebih dari 30 pimpinan  dan awak media online di Sumbar:

Kronologinya begini (saya tahu karena saya ada disamping Gubernur IP saat itu).

Selesai pencoblosan di TPS, Gubernur IP langsung diwawancarai oleh awak media yang jumlahnya puluhan. Dalam wawancara, Gubernur IP menyampaikan berbagai hal tentang Pemilu, himbauan-himbaun dan harapan-harapan. Namun tidak ada menyebutkan soal “anak tiri” tadi.

Selesai wawancara, dalam kelakar lepas, salah seorang wartawan bertanya ke Gubernur IP sambil jalan mengiringi beliau ke atas mobil, karena Gubernur mau meninjau beberapa TPS di Kota Padang. Saya selaku Kepala Biro Humas Setda Prov Sumbar ikut mendampingi beliau dan malah satu mobil dan duduk disampingnya. “Pak Gub, kira-kira ada ndak nantinya anak tiri dan anak kandung oleh Presiden terpilih jika seandainya suatu daerah suaranya kalah?” tanya sang jurnalis sambil tersenyum.

Sambil ketawa dan tersenyum lepas, Gubernur IP menjawab “Ndak mungkinlah. Presiden itu kan Pemimpin seluruh bangsa. Ndak ada istilah anak tiri dan anak kandung. Presiden itu negarawan. Siapapun jadi Presiden tidak mungkin seperti itu. Contohnya saya, saat saya pertama kali jadi Gubernur, kan ndak ada satupun SKPD dukung saya. Tetapi begitu saya dilantik jadi Gubernur, saya ndak pernah mempersoalkan dukung mendukung itu. Semuanya saya pakai dan saya rangkul.”


Itulah sebenarnya yang terjadi. Artinya, Gubernur IP tidak ada menyatakan hal seperti itu secara langsung. Saya juga telah konfirmasi kepada wartawan yang pertama kali buat berita tersebut. Berita itu telah diambil oleh media lain tanpa adanya konfirmasi lagi ke IP atau ke kami. Namun karena telah menyebar, kami biarkan saja.

Demikian sekilas penjelasannya.

Tks

BIRO HUMAS SETDA PROV SUMBAR

Jokowi Kalah Telak di Sumbar

Sebagaimana diketahui, Joko Widodo-Ma’ruf Amin mengalami kekalahan telak dari Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Sumatra Barat berdasarkan hasil quick count atau hitung cepat dalam Pilpres 2019 ini.

Berdasarkan hasil hitung cepat Pilpres 2019 yang dikeluarkan oleh sejumlah lembaga survei menyatakan Jokowi tidak memperoleh suara lebih dari 16 persen.

Hasil hitung cepat Indikator Politik Indonesia menyatakan Jokowi-Ma’ruf hanya meraup 15,88 persen. Mereka kalah dari pasangan capres dan cawapres nomor urut 02 yang memperoleh 84,12 persen.

Sementara hasil hitung cepat Poltracking menyatakan Jokowi-Ma’ruf mendapatkan 12,09 persen, kalah dari Prabowo-Sandi yang memperoleh 87,91 persen.

Bahkan Indo Barometer menyatakan bahwa Jokowi-Maruf hanya kebagian 9,55 persen, kalah telak dari Prabowo-Sandi yang mengantongi 90,45 persen.

Hasil hitung cepat itu semakin menguatkan bahwa Sumbar memang merupakan basis suara Prabowo, sejak Pilpres 2014. Saat berduet dengan Hatta Rajasa di Pilpres 5 tahun lalu, mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) itu meraup 1.797.505 suara atau 76,9 persen. Sementara Jokowi hanya memperoleh 539.308 suara atau 23,1 persen saat tandem dengan Jusuf Kalla ketika itu.

Hasil hitung cepat Pilpres 2019 ini juga menunjukkan bahwa berbagai upaya Jokowi untuk meraup suara lebih banyak dari Pilpres 2014 di Sumbar tidak berhasil. Misalnya dengan cara mengunjungi Sumbar beberapa kali.

Tercatat, Jokowi kerap menyambangi Nagari Minangkabau sejak menjabat sebagai Presiden. Kunjungan pertama dilakukan politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu ke Kabupaten Padang Pariaman guna meninjau penggunaan dana desa di Kecamatan Enam Lingkung dan meresmikan Pantai Mandeh sebagai wisata unggulan Kabupaten Pesisir Selatan, 8 hingga 10 Oktober 2015.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga sempat menengok rumah proklamator Muhammad Hatta di Kota Bukit Tinggi.

Setahun berselang, 5 sampai 6 Juli 2016, Jokowi menjadikan Kota Padang sebagai tempat merayakan Idul Fitri. Menurut Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Jokowi adalah presiden Indonesia pertama yang melaksanakan salat Idul Fitri bersama masyarakat Kota Padang.

Jokowi pun sempat mengunjungi Sumbar untuk melakukan salat Jumat Masjid Raya Sumatra Barat, Padang pada 9 Februari 2018.

Upaya Jokowi memperoleh jumlah suara yang lebih baik di Sumbar juga terlihat dari penyelenggaraan Kampanye Akbar, di mana sejumlah kepala daerah dan grup musik Slank hadir serta terlibat di dalamnya.

Namun semua upaya itu tampak sia-sia, setidaknya jika melihat hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei hingga hari ini.

(by)

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...