Jokowi ‘Kabur’ ke Banjarmasin Saat BEM SI Melakukan Aksi Demo, Rocky Gerung: Ada ‘Tuyul’ di Istana

201
Jokowi

Pengamat politik Rocky Gerung menyebut ada ‘tuyul‘ di sekitar Istana ketika Jokowi ‘kabur‘ ke Banjarmasin saat BEM SI melakukan aksi demo.

Rocky Gerung menyebut ada ‘tuyul‘ di sekitar Istana karena Jokowi kerap ‘kabur‘ saat BEM SI atau perwakilan mahasiswa melakukan aksi demo di depan Istana.

Rocky Gerung mengeluarkan pernyataan tersebut untuk menanggapi beredarnya meme aksi demo mahasiswa untuk menolak revisi UU KPK pada tahun 2019 lalu dengan narasi yang menyebut agar Jokowi melakukan kerja nyata tanpa harus menunggu desakan publik layaknya seorang ‘tuyul‘.

“Ya, mau meme atau mural itu tetap itu poin yang hendak diucapkan oleh publik melalui mahasiswa bahwa ada ‘tuyul‘ di Istana tuh, dan ‘tuyul‘-nya bisa gentayangan sampai ke Banjarmasin kemarin,” kata Rocky Gerung sebagaimana dikutip Kabar Besuki dari kanal YouTube Rocky Gerung Official pada Jumat, 22 Oktober 2021.

Rocky Gerung mengaku bersyukur ketika demo yang digelar BEM SI di depan Istana tak diwarnai aksi kericuhan, bahkan disambut oleh Moeldoko yang mewakili Jokowi.

Dia menyebut, Moeldoko akan aman dari ancaman reshuffle karena telah mengeluarkan pernyataan yang bersifat memuja-muji Jokowi saat menemui demonstran dari BEM SI.

“Dengan kalimat itu Moeldoko aman, nggak akan di-reshuffle. Kira-kira begitu kan intinya? Jadi mesti puja-puji dulu,” ujarnya.

Meski demikian, Rocky Gerung menilai BEM SI akan memasang kuda-kuda karena tak ingin Moeldoko mengambil alih kontrol terhadap aksi demo.

“Tapi saya kira mahasiswa itu pasang kuda-kuda juga, bersiap-siap sebab mereka takut nanti demonya dikudeta nanti sama Moeldoko, diambil alih sama Pak Moeldoko sebagai pimpinan demo,” katanya.

Rocky Gerung mengatakan apabila hal tersebut terjadi, publik akan mengeluarkan pernyataan sarkastik untuk mengusulkan agar Moeldoko menjadi Ketua BEM SI.

Bahkan, dia menyebut dengan nada sarkastik bahwa Moeldoko akan berupaya minta bantuan kepada Yusril Ihza Mahendra jika tak sanggup merubah AD-ART BEM SI.

“Ketika itu yang terjadi, baru publik kasih poin ‘Udah sekalian aja Pak Moeldoko rubah AD-ART BEM SI supaya beliau bisa jadi Ketua BEM. Kalo nggak bisa rubah AD-ART, minta tolong Yusril Ihza Mahendra’,” ujar dia.

Rocky Gerung meyakini bahwa BEM SI tak akan sepenuhnya percaya bahkan tak akan mendengar apa yang dikatakan Moeldoko saat ia datang menemui mereka.

Pasalnya, mahasiswa telah menyimak keterangan sejumlah analis yang menyebut bahwa Jokowi tak memberikan prestasi berarti selama tujuh tahun memimpin negeri ini.

“Tapi sekali lagi, seluruh keterangan Moeldoko itu ya nggak akan didenger, karena barusan 20 jam sebelumnya F** mengumpulkan analis terbaik di Indonesia untuk memperlihatkan bahwa nggak ada satupun prestasi Jokowi selama tujuh tahun,” tuturnya.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here