Jokowi Ingin Menteri Milenial, Megawati: Emang Mau Mejeng Saja?

336
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri tak melarang Jokowi mengambil menteri dari kalangan milenial, namun jangan sampai orangnya tak mengerti tata pemerintahan. (Hendra Eka/JawaPos)

 Niat Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memasukan kalangan milenial dalam Kabinetnya di periode depan, menuai banyak reaksi. Salah satunya adalah Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Megawati mengaku, dirnya tak mempersoalkan keinginan Jokowi. Namun, ia berharap nama-nama menteri yang dipilih untuk kabinet periode ke depan bisa dipastikan sosok yang memang bisa bekerja. Begitu juga yang berusia tua, harus berpengalaman dan bisa bekerja.

Bahkan, Megawati juga mencontohkan formasi kabinet di zaman Bung Karno, yang di dalamnya ada sejumlah anak-anak muda berkualitas juga paham dengan pemerintahan dan menguasai masalah.

“Ini yang saya lihat kelemahan kami dewasa ini. Orang disodor-sodorkan, tapi tidak mengerti secara praktis tata pemerintahan,” kata Megawati dalam keterangan yang diterima oleh Jpnn, Rabu (10/7).

Lebih lanjut, Megawati juga menegaskan, seseorang yang layak untuk disarankan sebagai menteri itu minimal mengetahui tahu soal seluk beluk DPR RI. Sebab, lanjutnya di situlah tempat membuat undang-undang (UU), bertemu dan mengawasi mitra kerja, hingga memutuskan RUU bersama pemerintah.

Megawati juga memberikan gambaran dirinya yang masuk pemerintahan ketika sudah memiliki pengalaman di DPR dalam membuat perundangan. Artinya, seorang muda itu paling tidak sudah harus belajar.

“Kalau tidak tahu proses bikin perundangan, bagaimana? Dan saya suka bilang (jadi menteri, red), memang mau mejeng saja?  Saya tidak akan menyebut nama. Kita lihat, mereka-mereka yang tidak punya latar belakang di dalam proses menjalankan tata pemerintahan di republik ini, dia fail (gagal),” ujar Megawati.

Menurut Megawati, seorang menteri yang tidak punya latar belakang parlemen pasti akan bingung menjalankan tugasnya. Apalagi menteri itu tidak hapal perundang-undangan yang menjadi tugas, pokok dan fungsinya.

“Jadi kalau ada anak muda yang ingin jadi menteri seperti wacana yang saat ini beredar, sebaiknya menyiapkan dirinya dengan baik,” pungkas Mega.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyatakan ketertarikannya terhadap milenial untuk bisa membantunya di pemerintahan periode 2019-2024. Karena dia menginginkan orang yang energik dan cepat di pemerintahannya.

“Bisa saja ada menteri umur 20-25. Tapi harus mengerti manajerial, manajemen, mampu mengeksekusi program yang ada. Umur 30-an ‎juga banyak. Karena saat ini dan ke depan perlu adanya orang-orang dinamis, fleksibel dan mampu mengikuti perubahan zaman,” kata Jokowi beberapa waktu lalu. jpg

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here