Jokowi Ditantang Kalau Perlu Reshuffle Kabinet Sekalian

244
Jokowi

JAKARTA – Presiden Jokowi marah dan kecewa dengan kinerja kabinetnya yang masih biasa-biasa saja di tengah pandemi corona atau Covid-19.

Dalam Sidang Paripurna Kabinet yang digelar tertutup itu, Jokowi bahkan mengancam akan melakukan reshuffle kabinet jika memang diperlukan.

Semestinya, usai marah-marah, Jokowi bisa langsung menindaklanjutinya.

Demikian disampaikan pengamat politik Arif Nurul Imam kepada RMOL, Senin (29/6/2020).

Direktur IndoStrategi Research and Consulting ini menilai, teguran Presiden itu sebaiknya dilanjutkan dengan evaluasi.

Bahkan, Arief Nurul Iman mengusulkan jika memang diperlukan Jokowi bisa langsung melakukan reshuffle kabinet.

“Teguran Presiden Jokowi pada para menteri terkait kelambanan penanganan Covid-19 mesti ada tindaklanjut, minimal evaluasi per kementerian, bahkan jika perlu reshuffle,” kata Arif Nurul.

Ia menilai, teguran Jokowi itu juga merupakan pengakuan pemerintah.

Bahwa sejatinya pemerintah memang cukup lambat dalam penanganan wabah virus asal Kota Wuhan, China itu.

Karena itu, pengakuan tersebut tak semestinya berakhir hanya sebatas evaluasi saja.

“Tak cukup teguran, Presiden Jokowi juga perlu segera membuat kebijakan strategis dalam penanganan dampak Covid-19,” terangnya.

Jika perlu, kata Arif, evaluasi kinerja setiap kementerian. Yang masih bisa diperbaiki maka disupervisi.

Sedangkan pos kementerian yang dinilai lambat, maka harus secepatnya dilakukan perombakan kabinet.

“Mesti ada evaluasi. Kementerian apa yang layak di evaluasi dan menteri apa saja yang pantas di reshuffle,” tuturnya.

Sementara, pengamat politik Ujang dari Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin menilai kemarahn Jokowi itu agar krisis akibat Covid-19 segera teratasi.

“Pernyataan yang keras tanpa tedeng aling-aling. Dan itu membuat para menteri yang jeblok kinerjanya tak akan bisa tidur karena takut direshuffle,” ujar Ujang, Senin (29/6).

Oleh karena itu, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review ini menyimpulkan, teguran Jokowi adalah warning keras untuk para menterinya.

Khususnya bagi para menteri yang berkinerja jeblok, dan kemungkinan bisa akan terkena reshuffle.

Kendati begitu, Ujang Komarudin melihat masih ada peluang bagi para menteri untuk memperbaiki capaian kerjanya selama beberapa bulan hingga menjelang setahun kabinet Jokowi-Maruf.

“Kalau pun ada reshuffle mungkin akhir tahun. Nunggu 1 tahun kenerja para menteri,” prediksinya.

“Intinya para menteri diminta kerja maksimal, kerja terbaik, jangan ragu ambil kebijakan yang bermanfaat buat rakyat. Jangan kerja asal-asalan,” pungkasnya.

Sumber Berita / Artikel Asli : rmol/ruh/pojoksatu

 

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...