Jokowi Diingatkan Soal Kontrak Politik Dengan Honorer pada Pilpres 2014, Netizen: Janji Adalah Hutang

336
Kontrak Politik Dengan Honorer

Demontrasi ribuan Honorer K2 di Istana Merdeka, Jakarta dilakukan hingga menginap, Rabu 30-31 Oktober lalu. Namun pihak Istana tidak ada satupun yang menemui perwakilan demontran. Rupanya, demonstrasi yang para honorer lakukan, bukan tanpa alasan. Karena ternyata, Presiden Jokowi memiliki kontrak politik dengan Honorer K2 pada Pilpres 2014 silam.

Saat dikonfirmasi, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin Abdul Kadir Karding membenarkan bahwa Jokowi memang memiliki kontrak politik dengan para honorer. “Kalau dulu jaman periode sebelumnya ada. Ada juga kontrak dengan PGRI dan dengan siapa-siapa lagi,” ujar Karding kepada JawaPos.com (Grup Fajar), Jumat (2/11).

Karding menambahkan, adanya kontrak politik yang dilakukan oleh pasangan capres-cawapres sangat wajar. Tapi yang penting adalah ditepatinya kontrak politik tersebut. Jangan hanya asal janji, namun pelaksanaanya tidak pernah ada. “Menurut saya pelaksanaanya yang penting. Jadi, kita punya caranya. Tidak hanya ngomong ‘Saya selesaikan’. Itu jargon namanya‎,” katanya.

Berikut pantauan redaksi eveline mendapati komentar netizen di media social soal kontrak politik Jokowi dengan honorer pada pilpres 2014.

eveline

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here