Jokowi Bahas soal Invasi, Prabowo: Kalau Saya Presiden, Saya Ganti Itu yang Kasih ‘Briefing’

309

Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto memberikan tanggapan atas soal invasi yang disinggung oleh Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi).

Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam tayangan live debat keempat Pilpres 2019, Sabtu (30/3/2019).

Awalnya, Jokowi menyebutkan, dirinya mendapat informasi bahwa tidak akan ada invasi dari negara lain dalam 20 tahun ke depan.

Dalam waktu yang diberikan, Prabowo menanggapi pemaparan Jokowi itu.

Ia menilai, jangan cepat percaya pada informasi tersebut.

Saat memaparkan, Prabowo bahkan memberikan contoh saat dirinya masih menjadi seorang anggota TNI.

“Jadi Pak Jokowi, saudara-saudara sekalian, saya waktu letnan dua, masih muda, saya juga dapat pengarahan dari jenderal-jenderal saya, tahun 1974,” kata Prabowo.

“Dalam dua puluh tahun, tidak akan terjadi perang terbuka,” Prabowo meniru ucapan jenderal kala itu.

“Tahu-tahu tahun 1975 Timtim (Timur Timor, kini Timor Leste) meletus. Saya letnan dua berangkat ke Timtim pak. Padahal jenderal-jenderal saya memberi pengarahan.”

“Dalam dua puluh tahun tidak akan ada perang? Pak, yang memberi briefing (pengarahan) kepada bapak aduh, aduh, aduh, aduh, siapa yang memberi briefing itu pak? Tidak boleh dalam pertahanan keamanan kita tidak boleh menanggap tidak akan ada perang,” papar dia.

Prabowo lantas menyinggung satu pepatah yang menyebutkan, jika menghendaki damai, maka bersiaplah untuk perang.

“Laut kita kaya, hutan kita kaya, negara-negara lain mengincar negara kita. Bagaimana kok ada briefing ke presiden 20 tahun tidak akan ada invasi. Itu tidak benar,” tegas Prabowo.

“Saya katakan di sini pak, tidak benar itu pak. Yang beri briefing bapak, harus, saya nggak tahu deh apa diapain. Kalau saya presidennya, ya saya ganti itu yang kasih briefing itu,” sambung dia.

Hal tersebut, jelas Prabowo, disampaikan karena ia mengalaminya.

“Tidak benar, tidak boleh ada yang mengatakan dalam sekian tahun tidak akan ada perang. Kita tidak tahu niat orang lain, kita tidak tahu,” ujarnya lagi.

“Saya menerima briefing waktu saya mau dilantik, dalam 20 tahun tidak ada perang. Tahun depan kita ke Timtim. Ini menurut saya penyakit bangsa Indonesia, kok berani laporan seperti itu.”

“Saya kira masalah ini bukan kesalahan bapak. Tapi perlu bapak cek kembali briefing-briefing bapak itu,” tandas dia.

Prabowo dan Jokowi dalam debat keempat Pilpres 2019, Sabtu (30/3/2019)
Prabowo dan Jokowi dalam debat keempat Pilpres 2019, Sabtu (30/3/2019) (Capture/YouTube/KompasTV)

Seperti diketahui, debat keempat Pilpres 2019 diselenggarakan malam ini, Sabtu (30/3/2019) di Hotel Shangri La, Jakarta.

Dua moderator yang memandu debat merupakan Retno Pinasti dan Zulfikar Naghi.

Penyelenggaraan dibagi menjadi 6 segmen dengan alokasi waktu 120 menit.

Berikut Visi Misi Capres di Debat Keempat Pilpres 2019, dikutip dari Bahasakita.co.id:

Pada segmen 1, para calon presiden mengutarakan visi dan misi mereka terkait tema yang diusung.

Diketahui, pada debat keempat ini, tema yang diangkat adalah ‘Ideologi, Pemerintahan, Pertahanan dan Keamanan serta Hubungan Internasional’.

Berikut Transkrip Lengkap Visi dan Misi Jokowi

“Bismillahirrohmanirrohim, Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarokatu,

Selamat malam salam sejahtera bagi kita semuanya, om swastiastu namo buddhaya, salam kebajikan.

Yang saya cintai, yang saya banggakan seluruh rakyat indonesia di manapun berada dari sabang sampai merauke, dari miangas sampai pulau rote.

Yang saya hormati ketua KPU dan komisioner ketua Bawaslu.

Dan yang saya hormati sahabat baik saya bapak Prabowo Subianto Bapak Sandiaga Uno.

Bapak Ibu sekalian yang saya hormati, pancasila adalah kesepakatan para pendiri bangsa, para pemimpin-pemimpin bangsa dari berbagai daerah, berbagai organisasi, berbagai ras, berbagai suku, sebagai agama saat itu.

Oleh sebab itu menjadi kewajiban kita bersama untuk menjaga, merawat, dan menjalankan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dalam berbangsa ,dan bernegara.

Di bidang pemerintahan ke depan diperlukan pemerintahan Dilan (Digital melayani), oleh sebab itu diperlukan reformasi dalam pelayanan publik lewat elektronik.

Kedua diperlukan penajaman dan penyederhanaan kelembagaan.

Ketiga diperlukan peningkatan kualitas SDM aparatur kita.

Jokowi dalam debat keempat Pilpres 2019, Sabtu (30/3/2019)
Jokowi dalam debat keempat Pilpres 2019, Sabtu (30/3/2019) (Capture/YouTube/KompasTV)

Keempat diperlukan reformasi tata kelola yang ketiga di bidang pertahanan peningkatan kualitas SDM.

Pengembangan kualitas SDM TNI sangat diperlukan, mutlak diperlukan terutama dalam hal penguasaan teknologi persenjataan dan cyber.

Karena ke depan perangnya adalah perang teknologi, oleh sebab itu pembangunan alutsista di dalam negeri sangat diperlukan.

Kalau kita belum mampu kita bisa melakukan join produksi dengan negara negara lain.

Di bidang politik luar negeri, kita tahu situasi dunia saat ini penuh dengan ketidakpastian, multilateralisme yang dilemahkan, proteksionisme yang semakin meningkat.

Tetapi indonesia harus berdiri tegak bermartabat, dan tetap menjalankan politik luar negeri yang bebas aktif. 
Bebas, bebas menjalankan, memperjuangkan kepentingan-kepentingan nasional, dan aktif, ikut dalam perdamaian dunia yang baik,” ujar Jokowi.

Berikut Transkrip Lengkap Visi dan Misi Prabowo

Prabowo dalam debat keempat Pilpres 2019, Sabtu (30/3/2019)
Prabowo dalam debat keempat Pilpres 2019, Sabtu (30/3/2019) (Capture/YouTube/KompasTV)

“Bismillahirrahmanirrahiim, Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh.

Salam sejahtera bagi kita sekalian, shalom, om swastiastu, nama budaya, selamat malam saudara saudara sekalian, saudara-saudaraku di seluruh Indonesia di manapun kau berada.

Saudara sekalian, di ruangan ini saya Prabowo Subianto bersama saudara Sandiaga Salahuddin Uno mendapat kepercayaan maju sebagai calon presiden dan calon wakil presiden.

Hari ini kita akan bicara tentang ideologi, pemerintahan, pertahanan, keamanan, dan hubungan internasional.

Saudara-saudara, bagi kami Pancasila adalah ideologi final, Pancasila adalah hasil suatu kompromi besar suatu kecemerlangan, dari generasi pendiri bangsa kita,Ppancasila berhasil mempersatukan ratusan kelompok etnis ratusan suku, agama-agama besar, budaya-budaya berlainan, dengan bahasa yang berlainan.

Kompromi ini yang menghasilkan Republik Indonesia, karena itu kami bertekad untuk mempertahankan Pancasila sampai titik darah yang terakhir.

Saya dari sejak 18 tahun telah tanda tangan sumpah untuk membela negara kesatuan republik indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Kalau ada yang mau merubah ini akan saya hadapi dengan semua kekuatan yang ada pada diri saya.

Di bidang pemerintahan, kami berpendapat bahwa lembaga-lembaga pemerintah harus kuat, baru negara kuat, baru program-program pembangunan bisa dilaksanakan.

Tidak mungkin program yang sehebat apapun kalau lembaga-lembaga pemerintah itu lemah, kalau terlalu banyak korupsi, kalau jual beli jabatan negara, tidak mungkin melaksanakan pembangunan.

Saya, kami berpendapat, bahwa kalau kami menerima mandat kami akan membersihkan lembaga-lembaga pemerintah.

Kami akan memperkuat lembaga-lembaga pemerintah, kami akan perbaiki seluruh kehidupan, kualitas hidup seluruh aparat pemerintah, supaya kita akan menghilangkan sekuat tenaga korupsi yang ada di republik ini .

Saya berpandangan bahwa korupsi di Indonesia sudah dalam taraf yang sangat parah, kalau penyakit, saya kira ini sudah stadium empat, dan rakyat yang saya ketemu di mana-mana seluruh Indonesia tidak mau negara ini terus seperti ini.

Mereka ingin negara dengan pemerintahan yang tidak korup.

Di bidang pertahanan, keamanan kita terlalu lemah, anggaran kita terlalu kecil, ini akan kita perbaiki kemudian.

Di bidang hubungan internasional kita menganut seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak, kita akan baik dengan semua negara, dengan semua kekuatan di seluruh dunia, kita akan baik, kita akan mencari hubungan yang saling menguntungkan, tapi juga kita akan mempertahankan, dan membela rakyat kita.

Yang utama bagi kita, membela rakyat adalah kehormatan yang sangat mulia demikian ini yang ingin saya sampaikan dan kami bertekad menuju Indonesia menang,” ungkap Prabowo.

.tribunnews

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here