Jepang Peringatkan Krisis Taiwan dan Perang Teknologi AS-China, Ancam Stabilitas di Asia Timur

240
PM Jepang Yoshihide Suga (kiri). /Instagram/suga.yoshihide

Kementerian Pertahanan Jepang memperingatkan ketegangan militer di Taiwan serta persaingan teknologi antara Amerika Serikat-China akan mengancam perdamaian dan stabilitas di Asia Timur.

Untuk pertama kalinya Jepang secara langsung membahas masalah keamanan Taiwan dalam tinjauan pertahanan tahunan yang dirilis Selasa, 13 Juli 2021.

“Menstabilkan situasi di sekitar Taiwan penting untuk keamanan Jepang dan stabilitas komunitas internasional,” kata Kementerian Pertahanan Jepang dalam buku putih tahunannya, dikutip dari Reuters.

“Secara khusus, persaingan di bidang teknologi kemungkinan akan menjadi lebih intens,” kata Kemenhan Jepang tentang persaingan ASChina.

 

Tinjauan pertahanan ini juga telah disetujui oleh pemerintah Perdana Menteri Yoshihide Suga. Disebutkan bahwa China sebagai masalah keamanan nasional utama Jepang.

Meningkatnya aktivitas militer Beijing baru-baru ini di sekitar Taiwan membuat Tokyo khawatir karena pulau itu terletak dekat dengan rantai Okinawa di ujung barat kepulauan Jepang.

“Perhatian harus diberikan pada tren seperti penguatan pasukan China dan Taiwan, penjualan senjata ke Taiwan oleh Amerika Serikat, dan pengembangan peralatan militer utamanya sendiri oleh Taiwan,” demikian bunyi laporan pertahanan Jepang, dikutip dari Straits Times.

Disebutkan pula bahwa AS telah ‘menunjukkan sikap yang jelas untuk mendukung Taiwan dalam aspek militer’, melalui penjualan senjata dan transit oleh kapal AS melalui Selat Taiwan.

 

“Walaupun Washington telah memperjelas pendiriannya untuk mendukung Taiwan secara militer, kecil kemungkinan Beijing akan membuat kompromi pada posisinya mengingat Taiwan adalah kepentingan utamanya,” kata laporan Jepang itu.

“Ketika konflik antara AS dan China atas Taiwan menjadi semakin jelas, Jepang perlu memantau perkembangan dengan rasa ketegangan yang akut,” tambah mereka.

Buku putih  Jepang lebih lanjut mencatat lingkungan keamanan yang tegang di sekitar Jepang, dengan pembangunan militer yang cepat oleh “kekuatan militer dengan kualitas dan kuantitas tinggi”.

“Ancaman militer China, dikombinasikan dengan transparansi yang tidak memadai tentang kebijakan pertahanan dan urusan militer China, telah menjadi masalah yang sangat memprihatinkan bagi kawasan, termasuk Jepang dan komunitas internasional,” kata laporan tersebut.

Menurut Reuters, munculnya dua kubu teknologi saingan menimbulkan tantangan bagi Jepang karena ekonominya sangat bergantung pada hubungan bisnis dengan China seperti halnya dengan Amerika Serikat.

Jepang juga akan menghabiskan banyak uang untuk mengimbangi pendanaan pemerintah untuk pengembangan teknologi di Amerika Serikat, China dan Eropa.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here