Jelang Pilpres, Muhammadiyah akan Lawan Ujaran Kebencian

330
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir meminta masyarakat dan kader Muhammadiyah untuk cerdas menyaring informasi di media sosial. Menurutnya, memasuki tahun politik, ujaran kebencian akan semakin sering terlihat untuk menjatuhkan lawan politik.

“Saya tidak tahu, sekarang kita riil saja siapa yang bawa SARA. Saya serahkan pada wartawan, siapa dari dua pasangan calon ini yang bawa primordialisme dan mana yang tidak,” kata Haedar saat di Malang, Minggu, 12 Agustus 2018.

Haedar mengatakan, Muhammadiyah selalu berbicara sesuai realitas. Faktanya, memasuki tahun politik banyak ditemukan ujaran kebencian di media sosial. Muhammadiyah tidak menutupi fakta itu. Sebaliknya, Muhammadiyah akan melawan pihak-pihak yang menebarkan ujaran kebencian.

“Kami Muhammadiyah selalu bicara berdasarkan realitas, jadi memang ada ujaran kebencian terlebih di medsos. Itu harus kita lawan oleh semuanya. Juga primordialisme, negara tidak boleh menyerah kepada primodialisme demi kepentingan politik,” tutur Haedar.

Haedar mengatakan di era digital saat ini, pengguna media sosial semakin banyak. Mereka dapat membuat konten maupun pesan yang diinginkan tanpa proses seleksi. Ia berharap pemerintah mampu melakukan literasi digital untuk mengantisipasi dampak negatif penggunaan media sosial seperti ujaran kebencian.

“Saya penulis, kalau saya bikin tulisan di media cetak, kan ada editor. Sekarang bisa produksi apa saja di media sosial tanpa seleksi. Negara jangan menyerah, karena ini ranah sosial menjadi tugas kita bersama,” ujar Haedar. (ase) viva

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.