Jawab Kekhawatiran SBY, BPN Prabowo-Sandi: Kampanye Akbar 02 Milik Semua Golongan

368

 Jakarta — Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno, menjawab kekhawatiran Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait penyelenggaraan kampanye akbar paslon 02 di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta Pusat, hari ini. Sebelumnya, SBY sempat mengkhawatirkan kampanye terbuka Prabowo-Sandi di stadion itu tidak inklusif atau dimiliki golongan tertentu saja.

Namun, nyatanya semua pihak dari berbagai latar belakang agama dan kelompok bisa berpartisipasi dalam kampanye akbar paslon 02 hari ini. “Memang paginya ada yang (Salat) Tahajud. Kan enggak mungkin agama lain ikutan tahajud, ikut Subuh berjemaah, zikir. Tapi setelah jam 07.00 WIB, semua agama masuk di acara ini,” kata Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade, saat dihubungi, Minggu (7/4).

Meburut dia, surat berisi kekhawatiran SBY pada elite Partai Demokrat, Sabtu (6/4) kemarin, tidak terbukti. Pasalnya, penilaian kampanye 02 di GBK “tak lazim” dan “tak inklusif” oleh SBY itu terbantahkan dengan sendirinya. Kampanye akbar hari ini benar-benar inklusif, dalam artian merangkul semua golongan.

Tokoh-tokoh yang mewakili tiap agama tampak hadir dalam kampanye terbuka tersebut. Termasuk di antara mereka Hashim Djojohadikoesoemo, Natalius Pigai, Lieus Sungkharisma, serta para pendeta dari agama Kristen dan Katolik. Bahkan, para biksu sebagai perwakilan dari agama Budha juga hadir di GBK, sehingga kampanye Prabowo-Sandi sama sekali jauh dari kesan eksklusif.

“Kalau eksklusif, enggak mungkin dong Natalius Pigai hadir, Lieus Sungkharisma hadir, lalu biksu Buddha juga hadir. Pak Hashim enggak mungkin dong. Pak Hashim ini kan pimpinan gereja,” ujar Andre.

Waketum Partai Demokrat Syarief Hasan, yang disurati SBY, juga menjadi saksi atas pluralitas di kampanye Prabowo-Sandi hari ini. Syarief memastikan, kampanye itu betul-betul terbuka sesuai harapan semua pihak. “Pak Syarief Hasan kan hadir tadi untuk memastikan acara terbuka dan faktanya memang terbuka,” ucal Andre.

Dia menegaskan, Prabowo tak mungkin membatasi siapa saja yang hadir, nengingat mantan Pangkostrad itu adalah calon pemimpin bagi semua kalangan di Indonesia, tak terbatas pada suku, ras, dan agama tertentu. Pun demikian, Andre tidak mempermasalahkan surat dari SBY kemarin. Dia menilai surat itu bersifat masukan supaya kampanye 02 tidak dimiliki satu atau dua golongan saja.

“Ya menurut saya sih enggak ada masalah Pak SBY, namanya juga masukan dan saya rasa masukannya bagus,” kata dia. (AIJ)indonesiainside

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...