Jalani Operasi Kedua November, Novel Belum Bisa Bekerja

81

Jakarta — Novel Baswedan akan menjalani operasi kedua sekitar November mendatang untuk memulihkan mata kiri sebelum bisa kembali bekerja di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menjelaskan proses penyembuhan mata kiri Novel Baswedan yang terkena siraman air keras masih terus dilakukan.

“Pertumbuhan jaringan yang ditempel harus diamati, setelah itu baru lah akan dilakukan operasi tahap kedua,” kata Febri pada Selasa (12/9) sambil menambahkan bahwa operasi itu akan dilakukan dua bulan lagi. .

Novel menjalani perawatan di Singapura sejak diserang oleh orang tak dikenal dengan air keras pada 11 April 2017. Penyidik senior itu mengalami kerusakan mata yang serius. Pandangan matanya pun masih kabur hingga saat ini.

Pada pertengahan Agustus 2017, Novel menjalani operasi mata kiri, yang mengalami kerusakan lebih parah dari mata kanannya.

“Kita berharap operasi tahap kedua berhasil, sehingga organ mata Novel bisa semakin pulih hari per hari,” tuturnya.

Novel Baswedan hingga kini masih dirawat di rumah sakit di Singapura untuk memulihkan penglihatannya yang terkena siraman air keras.Novel Baswedan hingga kini masih dirawat di rumah sakit di Singapura untuk memulihkan penglihatannya yang terkena siraman air keras. (Antara Foto/Akbar Nugroho Gumay)

Febri mengaku pihaknya belum bisa memastikan kapan Kepala Satuan Tugas Penyidikan kasus korupsi e-KTP itu bakal kembali berkantor ke markas antirasuah itu.

“Ada saran dokter pemeriksaan rutin. Kalau harus balik ke Indonesia kebutuhan pemeriksaan rutin tentu biaya akan besar dan ada resiko proses pengobatan mata,” ujar Febri.

Mata kanan membaik

Febri menambahkan, setelah menjalani operasi Novel harus mendapat perawatan intensif dan kontrol secara rutin di rumah sakit, di Singapura.

Dia menjelaskan, mata kanan Novel Baswedan mengalami pertumbuhan lapisan luar yang sudah hampir menyeluruh.


“Mata kanan ada kabar baik. Pertumbuhan lapisan luar sudah seluruh terjadi sehingga treatmen yang dilakukan relatif fokus pengobatan mata kiri,” tuturnya.

Sementara itu, lanjut Febri, mata kiri Novel Baswedan yang paling riskan karena masih belum bisa melihat dengan mata kirinya secara maksimal dan dokter terus memantau pertumbuhan jaringan gusi yang ditempel saat operasi lalu.

“Dokter harus terus memastikan, melakukan pengecekan apakah jaringan yang ditempel mata kiri kemudian sudah sesuai dan tumbuh mengantikan fungsi organ atau bagian yang ada di mata,” kata Febri.

Hingga kini polisi masih terus melakukan penyidikan atas kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan dan masih belum menemukan titik terang terkait pelaku.

(yns/asa) .cnnindonesia.


*Repelita Online merupakan wadah untuk menyalurkan ide/gagasan/opini/aspirasi warga. Setiap opini/berita yang terbit di Repelita Online yang merupakan kiriman dari penulis merupakan tanggung jawab dari Penulis.
Join @Repelita Channel on Telegram

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here