Jakarta Banjir, Anies Memang Tipe Pemikir, tapi Lebih Banyak Manipulasi Ketidakmampuan

598

 JAKARTA – Penanganan dan respon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam banjir Jakarta di hari pertama tahun 2020 ini banyak disorot.

Tak sedikit yang kemudian membandingkan dengan era kepemimpinan sebelumnya, Basuki Tjhaja Purnama alias Ahok.

Demikian disampaikan pengamat politik Dedi Kurnia Syah kepada JPNN.com, Rabu (1/1/2020).

Dedi menyontohkan kinerja Ahok yang sempat membantu penanggulangan banjir laut pasang di Jawa Tengah, tanpa harus mengurangi upaya di Jakarta.

Seharusnya, Anies bisa jauh lebih baik dan mengungguli Ahok dalam urusan penanganan banjir Jakarta.

“Terlebih Anies dikenal sebagai pemikir, tetapi faktanya Anies tak cukup mampu memperbaiki,” tuturnya.

Sebaliknya, Dedi menilai bibir mantan mendikbud itu yang lebih banyak bekerja ketimbang tangannya.

“Selama ini Anies lebih banyak memanipulasi ketidakmampuan sebagai gubernur dengan imbauan-imbauan,” jelas dia.

Satu-satunya yang membuat Anies berada satu tingkat di atas Ahok adalah imbauan dan retorika semata.

“Anies jago soal imbauan kesabaran, sementara pemerintah tidak dalam kapasitas meminta masyarakat sabar, tetapi mengambil kebijakan yang tepat,” tegasnya.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion ini menilai, Anies juga bekerja tidak sebaimana kapasitasnya.

Dedi menyatakan, Anies seharusnya bisa berlaku sebagaimana pelaksana dan pengguna anggaran dalam pengelolaan banjir Jakarta.

Bukan malah tampil seperti tokoh agama yang mengeluarkan imbauan kepada warga DKI agar tetap tabah menghadapi banjir.

“Anies wajib menempatkan diri sebagai birokrat yang menghasilkan kebijakan, bukan sebagai penasihat atau tokoh agama,” kata Dedi.

Imbauan yang dikeluarkan Anies, disebut Dedi seolah tidak ada upaya penanggulangan, atau sudah siap dengan pengungsian.

Malah, ia menyebut kepasrahan itu jelas menandakan ketidaksiapan Anies selama menjabat untuk merekayasa banjir agar tidak berulang.

“Anies makin hari makin tidak beraturan soal tata kelola. Pemotongan anggaran pengendalian banjir adalah salah satunya,” ungkapnya.

Padahal, ibu kota selama ini selalu identik dengan banjir saat musim hujan datang.

“Bagi Jakarta, banjir adalah prioritas. Seharusnya prioritas pula soal anggaran,” ulasnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku telah menginstruksikan kepada seluruh anak buahnya untuk turun langsung menangani banjir.

“Datangi kelurahan terdekat, bekerja di bawah koordinasi para lurah, evakuasi warga terdampak,” ujarnya saat meninjau pintu air Manggarai Rabu pagi (1/1/2019).

Ia juga meminta agar menyiapkan titik-titik pengungsian di seluruh kantor pemerintah dan sekolah.

Selain itu, Anies juga meminta agar menyiapkan berbagai kebutuhan lainnya seperti dapur umum, pos kesehatan dan obat-obatan.

“Makanan siap saji, air minum, alas tidur, toilet umum dan semua kebutuhan dasar lainnya supaya segera dalam posisi siap,” sambungnya.

Anies juga meminta anak buahnya memastikan keselamatan warga dari pohon tumbang dan sengatan listrik.

Termasuk hak warga DKI untuk mendapatkan informasi terbaru terkait banjir kali ini.

“Curah hujan tidak bisa kita kendalikan, tapi dampaknya bisa kita kendalikan,” katanya.

“Pemprov DKI Jakarta ambil sikap bertanggungjawab. Dan kita tunjukan bahwa semua jajaran turun tangan,” sambung dia.

Anies lantas mengimbau masyarakat agar menangangni masalah banjir ini bersama-sama.

“Hadapi dan kita selesaikan masalah yang saat ini sedang kita hadapi dengan sebaik-baiknya. Camkan pesan ini,”

“Semoga ridho Allah mengiringi kita semua,” pungkasnya.

(ruh/pojoksatu)

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...