Isu Makar terkait Panglima TNI Sangat Berbahaya, Jokowi Harus Buka Suara

692
Anggota Komisi I DPR Sukamta meminta Presiden Joko Widodo merespon upaya Mabes TNI yang kini menempuh jalur hukum kepada pihak redaksi Tirto.Id dan juga Allan Nairn, wartawan asal Amerika yang merilis hasil investigasi upaya makar dengan menyebut nama Panglima TNI Gatot Nurmantyo.
 
Menurutnya, isu yang dikeluarkan oleh Allan Nairn sangat sensitif dan perlu segera mendapat respon dari pemerintah. Ini mengingat, jelas Sukamta, posisi TNI selama ini adalah tulang punggung negara.
 
“Dengan didukung lembaga intelijen BIN dan BAIS hampir dipastikan tidak ada yang luput dari perhatian Presiden. Oleh sebab itu Presiden perlu segera membuat pernyataan pembelaan terhadap TNI yang saat ini sedang dihinggapi isu makar, hal ini akan mendinginkan suasana dan menghilangkan rasa curiga antar berbagai komponen bangsa,” kata Sukamta kepada TeropongSenayan di Jakarta, Minggu (23/4/2017).
 
Politisi PKS ini menilai, jika Jokowi tidak segera memberikan pernyataan membantah hasil investigasi Allan Nairn dan membiarkan Mabes TNI bekerja sendiri melalukan upaya hukum, dikhawatirkan akan muncul persepsi liar yang berkembang lebih luas.
 
“Ini sangat berbahaya bagi kesatuan bangsa dan negara. Saya berharap semua komponen bangsa harus kompak,” tegasnya.
 
Sukamta juga menyoroti redaksi Tirto.id yang menayangkan hasil investigasi Allan Nairn, dinilai kurang sensitif dengan kondisi tanah air. Menurut Sekretaris FPKS DPR ini, demokrasi tidak berarti setiap konten bebas beredar.
 
“Redaksi media massa juga perlu menimbang motif investigasi apalagi ini dilakukan wartawan asing dan saat akan menayangkan juga perlu melihat suasana kebatinan masyarakat,” tutupnya. [teropongsenayan]


*Repelita Online merupakan wadah untuk menyalurkan ide/gagasan/opini/aspirasi warga. Setiap opini/berita yang terbit di Repelita Online yang merupakan kiriman dari penulis merupakan tanggung jawab dari Penulis.
Join @Repelita Channel on Telegram

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here