Israel pun Berduka atas Ledakan Beirut, Bentangkan Bendera Lebanon di Jantung Kota

141
Cahaya bendera Lebanon diproyeksikan di Gedung Balai Kota Tel Aviv, Israel (Foto: AFP)

TEL AVIV– Ledakan dahsyat di BeirutLebanon, pada Selasa (4/8/2020), yang merenggut ratusan nyawa memicu solidaritas internasional. Bahkan solidaritas itu datang dari musuh Lebanon, Israel.

Sorotan cahaya bendera Lebanon diproyeksikan di Gedung Balai Kota Tel Aviv, Rabu (5/8/2020) malam, sebagai bentuk solidaritas dan belasungkawa atas tragedi yang menghebohkan dunia tersebut.

“Kemanusiaan lebih mendahului konflik apa pun dan hati kami bersama dengan rakyat Lebanon setelah bencana mengerikan yang menimpa mereka,” kata Wali Kota Tel Aviv, Ron Huldai, dalam cuitannya, seperti dilaporkan kembali AFP, Kamis (6/8/2020).

Puluhan warga Israel yang melintas di Alun-Alun Rabin melihat cahaya putih, merah, dan hijau di jendela gedung yang besar di tengah kota pada pukul 19.55 waktu setempat.

Seorang warga Tel Aviv, Russel, mengatakan dia sangat bangga atas apa yang dilihatnya.

“Orang-orang tidak bersalah terbunuh dan hati kami bersama mereka. Ini tidak ada hubungannya dengan politik. Ini tidak ada hubungannya dengan (konflik) perbatasan,” katanya.

Namun tidak semua warga Israel mendukung bentuk solidaritas pemerintah kota.

Menteri Israel untuk urusan Yerusalem yang juga anggota partai sayap kanan, Raffi Peretz, mengecam tindakan tersebut.

“Adalah mungkin dan perlu untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada warga sipil yang terluka di Lebanon, tapi mengibarkan bendera musuh di jantung Tel Aviv merupakan kebingungan moral,” kata Peretz, di Twitter.

Israel dan Lebanon secara teknis masih berperang. Bahkan di saat ledakan dahsyat itu terjadi, kedua pihak berada dalam ketegangan yang tinggi.

Kelompok bersenjata Lebanon, Hizbullah, dan Israel terlibat perang besar selama sebulan pada 2006, di mana infrastruktur Lebanon hancur akibat serangan udara Israel.

Perang tersebut menewaskan lebih dari 1.200 warga Lebanon yang mayoritas warga sipil. Sedangkan Israel kehilangan 160 warganya, mayoritas tentara.

Beberapa jam setelah ledakan di Beirut, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan, Dewan Keamanan Nasional menawarkan bantuan bagi Lebanon melalui PBB.

Berbicara di hadapan anggota parlemen, Netanyahu menyampaikan belasungkawa kepada rakyat Lebanon dan mengatakan Israel siap menawarkan bantuan kemanusiaan kepada mereka yang terkena dampak.

Sumber Berita / Artikel Asli : iNews

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...