Inilah Penjelasan Jokowi Soal Kenaikan Harga Cabai

394

Presiden Joko Widodo memantau perkembangan harga cabai, di Pasar Kajen, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Senin pagi (9/1). Sidak Jokowi ini untuk memberi perhatian atas kenaikan harga cabai.

“Yang cabai rawit merah Rp 100 ribu. Tapi yang cabai lain, cabai merah Rp 50 ribu, yang cabai hijau juga di kisaran Rp 45 ribu sampai Rp 50 ribu,” kata Jokowi kepada para wartawan seperti dilansir dari laman setkab.

Menurut Jokowi, kenaikan harga cabai tersebut memang tidak bisa dihindari mengingat pertanian cabai pada tahun 2016 kemarin berada pada kondisi yang kurang bagus. Akibatnya, pasokan cabai sedikit terpengaruh.

“Yang namanya harga tergantung supply dan demand. Karena musimnya pada 2016 kemarin memang jelek untuk cabai sehingga banyak yang busuk dan gagal panen sehingga supplynya kurang. Itu fluktuatif,” terang  Kepala Negara.

Guna mengatasi kurangnya pasokan komoditas cabai di sejumlah daerah, pemerintah sebagaimana disampaikan oleh Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengupayakan untuk menyalurkan stok komoditas cabai yang melimpah di suatu daerah ke daerah-daerah yang mengalami kekurangan.

Selain memantau harga cabai, kunjungan Jokowi ke Pasar Kajen itu dimaksudkan untuk memenuhi janji yang diucapkannya kepada para pedagang di pasar tersebut, pada 2014 silam. Saat itu, ketika Joko Widodo masih berstatus calon presiden.

“Saya kembali lagi mau memperbaiki itu (pasar),” terang Jokowi.

Jokowi kemudian menginstruksikan agar dilakukan pembenahan terhadap Pasar Kajen tersebut. Pembenahan tersebut penting untuk dilakukan mengingat peranannya yang besar dalam mempromosikan produk-produk lokal.

“Saya hanya ingin memerintahkan agar pasar ini direhab, terutama lantai kemudian pengelolaan mengenai kios di dalamnya. Ini mau disiapkan Pak Bupati dulu, nanti kalau bisa pakai anggaran tahun ini atau paling tidak maksimal tahun depan. Karena Pasar Induk Kajen ini penting sekali bagi produk-produk di sekitar Pekalongan,” terang Jokowi. [rus] | RMOL


*Repelita Online merupakan wadah untuk menyalurkan ide/gagasan/opini/aspirasi warga. Setiap opini/berita yang terbit di Repelita Online yang merupakan kiriman dari penulis merupakan tanggung jawab dari Penulis.
Join @Repelita Channel on Telegram

comments

Loading...