Ini yang Diminta Emak-emak saat Unjuk Rasa di Depan Rumah Prabowo: Jangan Khianati Nurani Sendiri

270

Emak-emak yang tergabung dalam komunitas pendukung 02 mengajukan permintaan kepada pasangan calon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, permintaan tersebut disampaikan saat menggelar aksi unjuk rasa di kediaman rumah Prabowo, di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat (5/7/2019).

Koordinator aksi, Nurdiati Akma menyatakan dalam orasinya, Prabowo-Sandi diminta untuk tetap menjadi pihak oposisi.

“Jangan khianati hati nurani sendiri,” ujar Nurdiati.

“Prabowo-Sandi jadilah oposisi,” tegasnya.

Sebagai pendukung 02, Nurdiati mengatakan supaya Prabowo sebagai Ketua Umum Partai Gerindra menolak jika diajak bergabung dengan penerintahan Calon Presiden terpilih, Joko Widodo (Jokowi).

Bahkan, dirinya menyatakan supaya Prabowo juga menolak wacana rekonsiliasi Jokowi dengan Prabowo.

Sebab, dijelaskannya, jika ajakan rekonsiliasi itu diwujudkan, maka menandakan Prabowo berkompromi atas kasus-kasus yang hingga kini belum terselesaikan.

Misalnya, peristiwa ratusan anggota KPPS yang meninggal dunia saat pemilu berlangsung.

“Maka jangan bapak terima rekonsiliasi atau apapun namanya. Kami tidak rela,” tegas Nurdiati.

“Kami merasakan rekonsiliasi ini terminologi kompromi.”

“Sedangkan kami tak bisa kompromi,” tandasnya.

Sementara berdasarkan informasi, saat demonstrasi berlangsung Prabowo tidak sedang berada di Kertanegara.

Prabowo diketahui tengah berada di kediamannya di Hambalang, Bogor.

Gerindra Ungkap Waktu Rekonsiliasi Prabowo dengan Jokowi

Anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra, Andre Rosiade mengungkapkan kapan waktu Prabowo akan bertemu dengan Jokowi.

Andre menjelaskan bahwa Prabowo akan bertemu dengan Jokowi pada bulan Juli 2019.

Dirinya berharap, pertemuan nantinya bisa menurunkan tensi antar pendukung yang sempat memanas.

“Pak Prabowo akan bertemu dengan Pak Jokowi Insya Allah bulan Juli ini,” ujar Andre, dikutip dari Kompas TV, Kamis (4/7/2019).

“Dalam pertemuan itu, kita berharap seluruh polarisasi itu bisa turun, tensi bisa turun antar pendukung,” sambungnya.

Untuk itu, Andre meminta supaya publik tidak menyalahartikan pertemuan keduanya.

Ia menegaskan bahwa Prabowo bertemu dengan Jokowi bukan untuk mencari kursi di kabinet pemerintahan nantinya.

“Dua tokoh ini kan negawaran ya, dua tokoh ini harus menunjukkan kepada seluruh rakyat Indonesia, setelah kompetisi selesai, sudah saatnya kita bergandengan tangan, bersatu kembali untuk membangun bangsa,” papar Andre.

“Arti katanya, bahwa silaturahmi itu bukan diartikan Pak Prabowo dapat kursi menteri ya atau pun politik dagang sapi.”

“Tapi kita kembali bergandengan tangan merajut kebersamaan sebagai anak bangsa,” sambungnya.

Terkait itu, Andre kemudian menyinggung peluang Gerindra di pemerintahan.

Dirinya menjelaskan, posisi Gerindra masih mungkin untuk berkoalisi di kabinet Jokowi.

Namun, bisa juga tetap menjadi oposisi pemerintahan.

“Nah posisi Gerindra bisa di dalam pemerintahan, bisa juga di luar pemerintahan,” tandas Andre.

.tribunnews

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...