Ini Rekaman Lengkap Korban Gempa Palu Kecewa Jokowi, Gak Percaya Wartawan

2025

 JAKARTA – Korban gempa Palu dan Donggala yang disertai tsunami sampai saat ini masih terus mengharapkan bantuan dan uluran tangan.

Diyakini, masih banyak korban dan pengungsi lainnya yang sampai kini masih belum tersentuh bantuan sama sekali.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun langsung mendatangi langsung Kota Palu untuk meninjau sejumlah lokasi pengungsian, Minggu (30/9/2018).

Selain itu, juga dilakukan peninjauan kondisi wilayah terdampak gempa dan tsunami serta rapat terbatas penanganan kebencanaan.

Namun, kedatangan Jokowi itu sepertinya tak membuat puas para korban bencana di Palu.

Korban gempa yang tak berada di lokasi pengungsian pun mengungkapkan kekecewaannya.

Hal itu sebagaimana terekam dalam pembicaraan seorang korban gempa Palu dengan seorang keluarganya via sambungan telepon.

Presiden Jokowi mengunjungi korban di Palu usai gempa disertai tsunami, Minggu (30/9/2018)

Sayangnya, tak diungkap siapa identitas korban dan seorang perempuan yang sengaja merekam pembicaraan tersebut.

Dalam rekaman yang beredar di grup-grup media sosial itu membeberkan kondisi korban gempa yang belum tertangani.

“Jokowi cuman dateng sebentar-sebentar. Dia cuma kunjungi posko-posko yang besar saja, di tempat pengungsian yang di wali kota,” tutur seorang laki-laki dalam rekaman tersebut.

Laki-laki itu mengungkap bahwa sebenarnya masih banyak korban gempa lainnya yang belum tertangani.

“Cuma yang lain-lain kasian, tak ada akses, kasian,” ucap dia lagi.

Di seberang telepon, terdengar suara seoarang perempuan yang juga tak jelas identitasnya.

“Oh..jadi presiden dateng cuman datengnya bukan secara keseluruhan? Itu apa namanya? Cuma di bagian-bagian tertentu?” tanya perempuan dalam rekaman tersebut

Disebutkan, bahwa Jokowi datang ke lokasi gempa beramai-ramai sambil membawa-bawa wartawan.

Ia menilai, Jokowi datang ke lokasi gempa tanpa memberikan solusi atas kebutuhan korban gempa.

“Iyo, cuman yang rame-rame saja. Dia bawa-bawa wartawan. Makanya orang mengamuk semua tadi kasian,” jelasnya.

Lalu, perempuan tersebut menanyakan kondisi di tempat laki-laki itu berada.

“Oh, ya allah. Kok bisa kayak begitu? Udah gitu ini gelap gulita? Bener-bener? Trus adek tidur dimana?” tanya perempuan itu lagi.

“Di pinggir jalan ini kak,”

“Ya allah, dek. Tapi adek udah makan belum?”

“Dari kemarin belum makan, cuma ngemil-ngemil saja kak,”

“Allah ya adek,”

“Dapet-dapet air, cuman ngambil-ngambil air. Dapat-dapat air, air gelas, dapet air botol,”

“Ya Allah dek. Terus udah gitu makanan gak ada?”

“Gak ada makanan. Ini kita pakai cahaya lampu mobil ini, kak,”

“Astagfirullahaladzim, ya Allah dek. Trus aku tuh, aku tadi udah ngomong sm kak Azi. Kalau misalnya gimana du orang, apa kita kumpulin bantuan gimana caranya biar kirim makanan kesana,” tutur suara perempuan sembari menangis.

“iya kak,”

“Ey, dek. Ya Allah Ya Robi Ya Karim. Nak, terus orang disana gimana?”

“Tak ada lampu. Mati total,”

“Terus, tapi adek, rumah adek kena gak?”

“Yang lain rubuh,”

“Ya Allah Ya Robi Ya Karim. Toko-toko semua pasti tutup kan ya?”

“Tidak ada yang buka. Orang-orang pada menjarah Alfamidi,”

“Iya katanya boleh diambil kan,”

“So orang suruh buka paksa. So lapar orang. So mati kelaparan,”

“Innalilahi wa inalilahi rojiun. Ya Allah Ya Robi Ya karim. Ya udah adek kabarin ke Kak Azi gimana ceritanya aku juga dsini juga kontak sama dia”

“Bagaimana perlu apa. Katanya satu-satunya cara kirim bantuan kesana kan melalui tentara. Aku juga kurang paham,” tutur si perempuan dalam rekaman tersebut.

“Iyo. Anu, apa. Kakak, aku kontak, Kak Azi kan pengalaman waktu kirim barang ke Manado waktu bencana itu,” kata laki-laki dalam rekaman tersebut.

“Iya makanya ini sekarang juga aku lagi hubungi dia. Ini kamu aku rekam nanti aku sebarin. Biar orang-orang juga mendengar kan obrolan kita. Agar supaya di-broadcast juga. Gitu loh,”

“Jadi jangan cuman informasi cuman satu pihak. Kan semua harus sama rata kan. Ya udah,” kata di perempuan.

“Kalo cuma dengarin dari wartawan. Wartawan…adoh. Cuma yang indah-indah saja,” ujar laki-laki tersebut.

“Beritanya gak sampai secara keseluruhan,” kata di perempuan.

“Gak keseluruhan,” kata laki-laki itu.

Berikut rekaman lengkap isi pembicaraan via telepon korban gempa Palu dengan keluarganya:

Pemutar Video klik disini

(ruh/pojoksatu)

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...