Ini Permintaan Pemimpin Kristen Yerusalem Terhadap Trump

78

YERUSALEM — Presiden Amerika Serikat Donald Trump memutuskan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel sejak Rabu (6/12) waktu setempat. Politikus partai Republik itu melakukannya di tengah begitu banyak kecaman dari masyarakat internasional.

Haaretz, Kamis (7/12), mengabarkan, para pemuka agama Kristen di Yerusalem bersuara terkait keputusan Trump itu. Media Israel tersebut melampirkan sebuah surat berkop Pendeta dan Kepala Gereja-gereja di Yerusalem tertanggal 6 Desember 2017. Surat terbuka ini ditujukan kepada Donald Trump.

Dalam surat itu, para pemuka Kristen meminta Trump mengakui status Yerusalem sebagai kota internasional.

Bagi mereka, perubahan status Yerusalem menjadi milik negara tertentu akan menyebabkan kerusakan pada upaya perdamaian di Timur Tengah, khususnya sekitar kota suci itu.

“Nasihat dan permohonan kami kepada Amerika Serikat adalah untuk meneruskan pengakuan status internasional kini atas Yerusalem. Perubahan apa pun terkait status internasional Yerusalem itu akan menyebabkan kerusakan yang tak bisa dibenarkan lagi (pada upaya-upaya perdamaian),” demikian penggalan isi surat itu, seperti dikutip Haaretz, Kamis (7/12).

Yerusalem merupakan kota suci bagi tiga umat beragama, yakni Muslim, kaum Kristen, dan Yahudi. Konflik antara Palestina dan Israel antara lain berpusat pada perebutan status Yerusalem. Bagi Palestina, Yerusalem adalah ibu kota masa depan begitu memperoleh kedaulatan penuh. Sementara, Israel mengklaim Yerusalem adalah kepunyaan orang Yahudi. ROL


*Repelita Online merupakan wadah untuk menyalurkan ide/gagasan/opini/aspirasi warga. Setiap opini/berita yang terbit di Repelita Online yang merupakan kiriman dari penulis merupakan tanggung jawab dari Penulis.
Join @Repelita Channel on Telegram

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here