Home Berita Ini Pendapat Yusril soal Dampak Putusan MA Terhadap Jokowi-Amin

Ini Pendapat Yusril soal Dampak Putusan MA Terhadap Jokowi-Amin

1188
Yusril Ihza Mahendra

PUTUSAN Mahkamah Agung atas uji materil Peraturan KPU Nomor 5 Tahun 2019 seakan memantik kembali perseteruan dua kubu pendukung Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno selama Pilpres 2019.

Riuh di media sosial sebagian publik yang menafsirkan putusan tersebut bisa membatalkan kemenangan Jokowi-Amin.

Pakar hukum tata negara Yusril Izha Mahendra berpendapat sebaliknya. Menurut pengacara yang telah wara-wiri mengurus sengketa pemilu di Mahkamah Konstitusi itu menilai putusan tersebut tidak memiliki implikasi apapun terhadap kemenangan Jokowi-Amin.

Berikut pendapat Yusril yang beredar di media sosial:

Yusril Ihza Mahendra

Saya melihat Putusan MA itu No. 44 P/HUM/2019 itu diplintir sesuka hati penulis di atas. Dalam putusan itu, MA hanya menguji secara materil Peraturan KPU Nomor 5 Tahun 2019 apakah secara normatif bertentangan dengan UU di atasnya atau tidak.

Putusan itu sama sekali tidak masuk atau menyinggung kasus sudah menang atau belum Jokowi dalam Pilpres 2019.

Menang tidaknya Jokowi dalam Pilpres 2019 telah diputus oleh MK karena hal itu menjadi kewenangannya.

MA sama sekali tidak berwenang mengadili sengketa pilpres. Putusan MK itu final dan mengikat. Dalam menetapkan kemenangan Jokowi dan Kiyai Ma’ruf, KPU merujuk pada putusan MK yang tegas menolak permohonan sengketa yang diajukan Prabowo Subijanto dan Sandiaga Uno.

Lagi pula putusan uji materil itu diambil oleh MA tanggal 28 Oktober 2019, seminggu setelah Jokowi-Kiyai Ma’ruf dilantik oleh MPR. Putusan MA itu bersifat prospektif atau berlaku ke depan sejak tanggal diputuskan. Putusan MA tidak berlaku retroaktif atau surut ke belakang.

Aturan Pilpres yang hanya diikuti oleh dua pasangan calon memang tidak diatur dalam dalam Pasal 416 UU 7/2017 tentang Pemilu.

Ketentuan Pasal 7 ayat 3 PKPU No 5 Tahun 2019 itu mengaturnya dengan mengacu kepada Putusan MK No 50/PUU-XII/2017 yang menafsirkan ketentuan Pasal 6A UUD 45 dalam hal Paslon Capres dan Cawapres hanya dua pasangan.

Dalam keadaan seperti itu, maka yang berlaku adalah suara terbanyak tanpa perlu diulang lagi untuk memenuhi syarat sebaran kemenangan di provinsi-provinsi sebagaimana diatur Pasal 6A itu sendiri.

Patut disadari bahwa putusan MK dalam perkara pengujian undang-undang mempunyai kekuatan yang setara dengan norma undang-undang itu sendiri, meskipun Putusan MK bukan merupakan suatu bentuk peraturan perundang-undangan. MA memutus perkara pengujian PKPU itu dengan merujuk kepada Pasal 416 UU Pemilu yang tidak mengatur hal tsb, sehingga menyatakan Pasal 3 ayat 7 PKPU itu bertentangan dengan UU Pemilu.

Masalahnya MA memang tidak dapat menguji apakah PKPU tersebut bertentangan dengan putusan MK atau tidak. Di sini letak problematika hukumnya. Putusan MK itu dilakukan dalam konteks pengujian terhadap norma Pasal 158 UU No 42 Tahun 2008 tentang Pilpres, yang isinya sama dengan norma Pasal 416 UU No 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Karena materi pengaturan yang diuji bunyinya sama, mala Putusan MK terhadap pengujian Pasal 158 UU No 42 Tahun 2008 itu mutatis mutandis juga berlaku terhadap norma Pasal 416 UU No 7 Tahun 2007 tentang Pemilu. Kalau pasangan calon hanya 2, dan harus diulang-ulang terus agar memenuhi syarat kemenangan menurut sebaran wilayah, maka Pilpres menjadi tidak jelas kapan akan berakhir.

Sementara masa jabatan Presiden yang ada sudah berakhir dan tidak dapat diperpanjang oleh lembaga manapun termasuk MPR. Ini akan berakibat terjadinya kevakuman kekuasaan dan berpotensi menimbulkan chaos di negara ini. Karena itu, kalau paslon Pilpres itu hanya dua pasangan, aturan yang benar dilihat dari sudut hukum tatanegara adalah Pilpres dilakukan hanya 1 kali putaran dan paslob yang memperoleh suara terbanyak itulah yang menjadi pemenangnya. (OL-8).

Sumber Berita / Artikel Asli : Media Indonesia

_atrk_opts = { atrk_acct:”Yxpmr1SZw320l9″, domain:”mediaindonesia.com”,dynamic: true};
(function() { var as = document.createElement(‘script’); as.type = ‘text/javascript’; as.async = true; as.src = “https://certify-js.alexametrics.com/atrk.js”; var s = document.getElementsByTagName(‘script’)[0];s.parentNode.insertBefore(as, s); })();

window.dataLayer = window.dataLayer || [];
function gtag(){dataLayer.push(arguments);}
gtag(‘js’, new Date());
gtag(‘config’, ‘UA-72843868-1’);

var OA_zones = {
‘Banner – Billboard’ : 25,
‘Banner – home top right’ : 26,
‘Banner – home top left’ : 27,
‘Banner – Showcase1’ : 28,
‘Banner – Showcase2’ : 31,
‘Banner – Top Frame’ : 34,
‘Banner – Bottom Frame’ : 35,
‘Banner – Breaking Banner1’ : 36,
‘Banner – Breaking Banner2’ : 37,
‘Banner – Over the page’ : 38,
‘Banner – Showcase3’ : 40,
‘Banner – Showcase nusantara’ : 42,
‘Banner – Showcase humaniora’ : 45,
‘Banner – Showcase kesehatan’ : 47,
‘Banner – Showcase ekonomi’ : 111,
‘Advertorial native terkini’ : 49,
‘Advertorial native opini’ : 50,
‘Advertorial native populer’ : 51,
‘Advertorial native terkini2’ : 55,
‘Banner – Carpet Banner’ : 30,
‘Advertorial native terkini ramadan’ : 68,
‘Banner – Showcase1 ramadan’ : 75,
‘Banner – Showcase2 ramadan’ : 76,
‘Banner – Showcase3 ramadan’ : 77,
‘Advertorial native populer ramadan’ : 67,
‘Banner – home top left ramadan’ : 72,
‘Banner – home top right ramadan’ : 73,
‘Banner – Billboard ramadan’ : 69,
‘Banner – Bottom Frame ramadan’ : 70,
‘Banner – Over the page ramadan’ : 74,
‘Banner – Carpet Banner ramadan’ : 71,
‘Advertorial native hl’ : 79,
‘Advertorial native hl1’ : 103,
‘Banner – Breaking Banner3’ : 82,
‘Banner – Showcase Pages Hastag’ : 83,
‘Breaking Banner4’ : 86,
‘Breaking Banner Hastag HUT RI’ : 87,
‘Breaking Banner Hastag HUT RI2’ : 91,
‘Breaking Banner Hastag HUT RI3’ : 92,
‘Breaking Banner Hastag HUT RI4’ : 93,
‘Breaking Banner Hastag HUT RI5’ : 94,
‘Breaking Banner Hastag HUT RI6’ : 95,
‘Breaking Banner Hastag HUT RI7’ : 101,
‘detail_top_banner1’ : 115,
‘detail_top_banner2’ : 116,
‘Banner – ekonomi top right’ : 152,
‘Banner – ekonomi top left’ :153,
‘Banner – humaniora top left’ :161,
‘Banner – humaniora top right’ :160,
‘Banner – internasional top left’ :155,
‘Banner – internasional top right’ :154,
‘Banner – megapolitan top left’ :159,
‘Banner – megapolitan top right’ :158,
‘Banner – politik top left’ :157,
‘Banner – politik top right’ :156,
‘Banner – nusantara top left’ :171,
‘Banner – nusantara top right’ :170,
‘Detail Bola – Carpet Banner’ :169,
‘Detail Ekonomi – Carpet Banner’ :162,
‘Detail Hiburan – Carpet Banner’ :166,
‘Detail Humaniora – Carpet Banner’ :164,
‘Detail Internasional – Carpet Banner’ :163,
‘Detail Megapolitan – Carpet Banner’ :165,
‘Detail Nusantara – Carpet Banner’ :168,
‘Detail Politik – Carpet Banner’ :167,
‘Detail Otomotif – Carpet Banner’ :312,
‘Ekonomi_Breaking_Banner1’ :136,
‘Ekonomi_Breaking_Banner2’ :137,
‘Hiburan_Breaking_Banner1’ :146,
‘Hiburan_Breaking_Banner2’ :147,
‘Humaniora_Breaking_Banner1’ :140,
‘Humaniora_Breaking_Banner2’ :141,
‘Internasional_Breaking_Banner1’ :138,
‘Internasional_Breaking_Banner2’ :139,
‘Megapolitan_Breaking_Banner1’ :144,
‘Megapolitan_Breaking_Banner2’ :145,
‘Nusantara_Breaking_Banner1’ :142,
‘Nusantara_Breaking_Banner2’ :143,
‘Teknologi_Breaking_Banner1’ :150,
‘Teknologi_Breaking_Banner2’ :151,
‘Hutri_Breaking_Banner1’ :217,
‘Hutri_Breaking_Banner2’ :218,
‘Hutri_Showcase1’ :219,
‘Hutri_Showcase2’ :220,
‘Hutri_Showcase3’ :221,
‘Detail HUT RI – Carpet Banner’ :224,
‘Banner – Hut RI top left’ :225,
‘Banner – Hut RI top right’ :226,
‘Banner – Tag Hut RI top left’ :227,
‘Banner – Tag Hut RI top right’ :228,
‘Politik_Breaking_Banner1’ : 230,
‘Politik_Breaking_Banner2’ : 231,
‘Politik_Showcase1’ : 263,
‘Infografis_Breaking_Banner1’ : 232,
‘Infografis_Breaking_Banner2’ : 233,
‘Infografis_Showcase1’ : 258,
‘Foto_Breaking_Banner1’ : 234,
‘Foto_Breaking_Banner2’ : 235,
‘Foto_Showcase1’ : 250,
‘Foto_Showcase2’ : 251,
‘Foto_Showcase3’ : 252,
‘Video_Breaking_Banner1’ : 236,
‘Video_Breaking_Banner2’ : 237,
‘Advertorial_Breaking_Banner1’ : 238,
‘Advertorial_Breaking_Banner2’ : 239,
‘Advertorial_Showcase1’ : 265,
‘Otomotif_Breaking_Banner1’ : 242,
‘Otomotif_Breaking_Banner2’ : 243,
‘Otomotif_Showcase1’ : 269,
‘Wawancara_Breaking_Banner1’ : 244,
‘Wawancara_Breaking_Banner2’ : 245,
‘Opini_Breaking_Banner1’ : 248,
‘Opini_Breaking_Banner2’ : 249,
‘Ekonomi_Showcase1’ : 254,
‘Ekonomi_Showcase2’ : 255,
‘Ekonomi_Showcase3’ : 256,
‘International_Showcase1’ : 259,
‘Megapolitan_Showcase1’ : 260,
‘Hiburan_Showcase1’ : 268,
‘Humaniora_Showcase1’ : 270,
‘Olahraga_Breaking_Banner1’ : 215,
‘Olahraga_Breaking_Banner2’ : 216,
‘Bola_Showcase1’ : 264

}

.cus-home-top{width:100px;}
.bx-clone {
display: none;
}

 

 

Scroll to top


<!–

–>

OA_show(‘Banner – Tag Hut RI top left’);
<!–
OA_show(‘Banner – home top left’);
–>


OA_show(‘Banner – Tag Hut RI top right’);
<!–
OA_show(‘Banner – home top right’);
–>

#x-top {
right : 0;
position:absolute;
z-index:50;
}

<!– TOP FIX ADS BANNER setelah

    –>
    <!–

    –>

    $(document).ready(function() {
    $(‘#x-top’).on(‘click’, function(e) {
    $(‘#satu’).remove();
    });
    });

function addLink(){var a=document.getElementsByTagName(“body”)[0];var b;b=window.getSelection();var c=”

Sumber: “+document.location.href+”“;var d=b+c;var e=document.createElement(“div”);e.style.position=”absolute”;e.style.left=”-99999px”;a.appendChild(e);e.innerHTML=d;b.selectAllChildren(e);window.setTimeout(function(){a.removeChild(e)},0)}document.oncopy=addLink

(function(d,a){d[a]=d[a]||function(){(d[a].q=d[a].q||[]).push(arguments)};}(window,’dable’));
dable(‘renderWidget’, ‘dablewidget_V7KdYbla’);

OA_show(‘detail_top_banner1’);

Selasa 07 Juli 2020, 21:43 WIB

Ini Pendapat Yusril soal Dampak Putusan MA Terhadap Jokowi-Amin

Rudy Polycapus | Politik dan Hukum

var text = ‘Ini Pendapat Yusril soal Dampak Putusan MA Terhadap Jokowi-Amin’;
document.write(“ “);

<!–

–>
Ini Pendapat Yusril soal Dampak Putusan MA Terhadap Jokowi-Amin

MI/ Susanto
Yusril Izha Mahendra

 

OA_show(‘Detail Politik – Carpet Banner’);

 

 

$(document).ready(function(){

$(“.paralax_div”).appendTo(“.jap p:nth-child(3)”);

});

<!–

OA_show(‘Banner – Carpet Banner’);

  –>

(function(d,a){d[a]=d[a]||function(){(d[a].q=d[a].q||[]).push(arguments)};}(window,’dable’));
dable(‘renderWidget’, ‘dablewidget_2XLxVLXO’);

PUTUSAN Mahkamah Agung atas uji materil Peraturan KPU Nomor 5 Tahun 2019 seakan memantik kembali perseteruan dua kubu pendukung Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno selama Pilpres 2019.

Riuh di media sosial sebagian publik yang menafsirkan putusan tersebut bisa membatalkan kemenangan Jokowi-Amin.

Pakar hukum tata negara Yusril Izha Mahendra berpendapat sebaliknya. Menurut pengacara yang telah wara-wiri mengurus sengketa pemilu di Mahkamah Konstitusi itu menilai putusan tersebut tidak memiliki implikasi apapun terhadap kemenangan Jokowi-Amin.

Berikut pendapat Yusril yang beredar di media sosial:

PUTUSAN MA ITU DIPLINTIR SEMAUNYA

Yusril Ihza Mahendra

Saya melihat  Putusan MA itu No. 44 P/HUM/2019 itu diplintir sesuka hati penulis di atas. Dalam putusan itu, MA hanya menguji secara materil Peraturan KPU Nomor 5 Tahun 2019 apakah secara normatif bertentangan dengan UU di atasnya atau tidak.

Putusan itu sama sekali tidak masuk atau menyinggung kasus sudah menang atau belum Jokowi dalam Pilpres 2019.

Menang tidaknya Jokowi dalam Pilpres 2019 telah diputus oleh MK karena hal itu menjadi kewenangannya.

MA sama sekali tidak berwenang mengadili sengketa pilpres. Putusan MK itu final dan mengikat. Dalam
menetapkan kemenangan Jokowi dan Kiyai Ma’ruf, KPU merujuk pada putusan MK yang tegas menolak permohonan sengketa yang diajukan Prabowo Subijanto dan Sandiaga Uno.

Lagi pula putusan uji materil itu diambil oleh MA tanggal 28 Oktober 2019, seminggu setelah Jokowi-Kiyai Ma’ruf dilantik oleh MPR. Putusan MA itu bersifat prospektif atau berlaku ke depan sejak tanggal diputuskan. Putusan MA tidak berlaku retroaktif atau surut ke belakang.

Aturan Pilpres yang hanya diikuti oleh dua pasangan calon memang tidak diatur dalam dalam Pasal 416 UU 7/2017 tentang Pemilu.

Ketentuan Pasal 7 ayat 3 PKPU No 5 Tahun 2019 itu mengaturnya dengan mengacu kepada Putusan MK No 50/PUU-XII/2017 yang menafsirkan ketentuan Pasal 6A UUD 45 dalam hal Paslon Capres dan Cawapres hanya dua pasangan.

Dalam keadaan seperti itu, maka yang berlaku adalah suara terbanyak tanpa perlu diulang lagi untuk memenuhi syarat sebaran kemenangan di provinsi-provinsi sebagaimana diatur Pasal 6A itu sendiri.

Patut disadari bahwa putusan MK dalam perkara pengujian undang-undang mempunyai kekuatan yang setara dengan norma undang-undang itu sendiri, meskipun Putusan MK bukan merupakan suatu bentuk peraturan perundang-undangan.

MA memutus perkara pengujian PKPU itu dengan merujuk kepada Pasal 416 UU Pemilu yang tidak mengatur hal tsb, sehingga menyatakan Pasal 3 ayat 7 PKPU itu bertentangan dengan UU Pemilu.

Masalahnya MA memang tidak dapat menguji apakah PKPU tersebut bertentangan dengan putusan MK atau tidak. Di sini letak problematika hukumnya.

Putusan MK itu dilakukan dalam konteks pengujian terhadap norma Pasal 158 UU No 42 Tahun 2008 tentang Pilpres, yang isinya sama dengan norma Pasal 416 UU No 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Karena materi pengaturan yang diuji bunyinya sama, mala Putusan MK terhadap pengujian Pasal 158 UU No 42 Tahun 2008 itu mutatis mutandis juga berlaku terhadap norma Pasal 416 UU No 7 Tahun 2007 tentang Pemilu.

Kalau pasangan calon hanya 2, dan harus diulang-ulang terus agar memenuhi syarat kemenangan menurut sebaran wilayah, maka Pilpres menjadi tidak jelas kapan akan berakhir.

Sementara masa jabatan Presiden yang ada sudah berakhir dan tidak dapat diperpanjang oleh lembaga manapun termasuk MPR. Ini akan berakibat terjadinya kevakuman kekuasaan dan berpotensi menimbulkan chaos di negara ini.

Karena itu, kalau paslon Pilpres itu hanya dua pasangan, aturan yang benar dilihat dari sudut hukum tatanegara adalah Pilpres dilakukan hanya 1 kali putaran dan paslob yang memperoleh suara terbanyak itulah yang menjadi pemenangnya. (OL-8).


var text = ‘Ini Pendapat Yusril soal Dampak Putusan MA Terhadap Jokowi-Amin’;
document.write(“ “);

<!–

KOMENTAR

–>

OA_show(‘detail_top_banner2’);

Baca Juga

ANTARA FOTO/Vitalis Yogi Trisna

Sinar Mas Kembalikan Dana Jiwasraya


👤Rifaldi Putra Irianto
🕔Rabu 08 Juli 2020, 05:20 WIB

Selain itu, anak usaha Grup Sinar Mas ini juga berkomitmen mengembalikan dana kelolaan sebesar Rp74 miliar kepada negara guna membantu…
MI/Soleh

Sinergi Tangkap Djoko


👤Rifaldi Putra Irianto
🕔Rabu 08 Juli 2020, 05:14 WIB

Apabila terbukti Djoko Tjandra sudah menjadi warga negara asing dalam perlariannya, KTP elektronik-nya akan…
MI/Susanto

DPR Tagih Tunggakan Kasus


👤Putra Ananda
🕔Rabu 08 Juli 2020, 05:10 WIB

Untuk kali pertama RDP DPR dan KPK dilaksanakan di Gedung Merah Putih KPK. Sejumlah pertanyaan muncul, pasalnya RDP dilaksanakan…

(function(d,a){d[a]=d[a]||function(){(d[a].q=d[a].q||[]).push(arguments)};}(window,’dable’));
dable(‘renderWidget’, ‘dablewidget_6o3DkE7Z’);

Berita Terkini

OA_show(‘Advertorial native terkini’);

OA_show(‘Advertorial native terkini2’);

Selengkapnya

OA_show(‘Politik_Showcase1’);

OA_show(‘Banner – Showcase2’);

BenihBaik.com

Selengkapnya


<!–

Poling

–>

OA_show(‘Banner – Showcase3’);

Berita Populer

OA_show(‘Advertorial native populer’);

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya

$(‘div.jap img’).css({‘height’ : ‘auto’});


<!–

OA_show(‘Banner – Billboard’);

–>

$(document).ready(function () {

$(function() {
$(“img.lazy”).lazyload({effect : “fadeIn”});// untuk dipasang di
$(“div.lazy”).lazyload({effect : “fadeIn”});// effectTime: 2000 untuk dipasang sebagai background / div
});

/*SLIDER GALLERY*/
$(function(){
$(‘.bxslider2’).bxSlider({
mode: ‘horizontal’,
speed: 1500,
auto: true,
captions: true,
slideWidth: 1000,
stopAutoOnClick: true
});
});

$(function(){
$(‘.bxslider3’).bxSlider({
mode: ‘horizontal’,
speed: 1500,
auto: true,
captions: true,
slideWidth: 1000,
stopAutoOnClick: true
});
});

/*SLIDER HEADLINE*/
$(function(){
$(‘.bxslider’).bxSlider({
mode: ‘horizontal’,
speed: 1500,
captions: true,
slideWidth: 1000,
touchEnabled: false,
stopAutoOnClick: true
});
});

/*LAZY LOAD*/
$(function(){
$ds = $(‘.fadein div’);
$ds.hide().eq(0).show();
setInterval(function(){
$ds.filter(‘:visible’).fadeOut(function(){
var $div = $(this).next(‘div’);
if ( $div.length == 0 ) {
$ds.eq(0).fadeIn();
} else {
$div.fadeIn();
}
});
}, 7000);
});

$(‘#x’).on(‘click’, function(e) {
$(‘#container’).remove();
});

$(function() {
$(window).scroll(function() {
if($(this).scrollTop()>400) { $(‘#Back-to-top’).fadeIn(); }else { $(‘#Back-to-top’).fadeOut();}});
$(‘#Back-to-top’).click(function() {
$(‘body,html’)
.animate({scrollTop:0},300)
.animate({scrollTop:40},200)
.animate({scrollTop:0},130)
.animate({scrollTop:15},100)
.animate({scrollTop:0},70);
});
});

(function(d, s, id) {
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) return;
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “//connect.facebook.net/en_GB/sdk.js#xfbml=1&version=v2.0”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}
(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));

});

(function(d,a,b,l,e,_) {
d[b]=d[b]||function(){(d[b].q=d[b].q||[]).push(arguments)};e=a.createElement(l);
e.async=1;e.charset=’utf-8′;e.src=’//static.dable.io/dist/plugin.min.js’;
_=a.getElementsByTagName(l)[0];_.parentNode.insertBefore(e,_);
})(window,document,’dable’,’script’);
dable(‘setService’, ‘mediaindonesia.com’);
dable(‘sendLog’);

function jam(){
var waktu = new Date();
var jam = waktu.getHours();
var menit = waktu.getMinutes();
var detik = waktu.getSeconds();

if (jam < 10){ jam = "0" + jam; }
if (menit < 10){ menit = "0" + menit; }
if (detik < 10){ detik = "0" + detik; }
var jam_div = document.getElementById('jam');
jam_div.innerHTML = jam + ":" + menit + ":" + detik;
setTimeout("jam()", 1000);
} jam();

<!–

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({
google_ad_client: “ca-pub-8225732166813219”,
enable_page_level_ads: true
});
–>

 

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...