Ini Bukti Nyata Kuatnya Pengaruh Prabowo Subianto

272
Prabowo Subianto

PAYAKUMBUH – Perolehan suara sejumlah partai politik peserta Pemilu 2019 di Kabupaten Payakumbuh, Sumbar, mengalami penurunan. Antara lain Partai Golkar, PPP, NasDem, PAN, PDIP, Hanura, dan PBB.

Perkiraan ini mencuat berdasarkan hasil hitung suara Pileg 2019 wilayah Kota Payakumbuh yang tersaji di situs resmi KPU RI, Senin sore (29/4).

Dalam data yang tersaji di website resmi lembaga penyelenggara Pemilu itu, Partai Golkar hanya mampu meraup 6.889 suara di tiga Daerah Pemilihan (Dapil) yang terdapat di Kota Payakumbuh. Padahal, pada Pemilu 2014 lalu, partai berlambang pohon beringin ini mampu meraih 8.008 suara.

Tidak hanya kehilangan 1.119 suara, Partai Golkar juga hampir dipastikan bakal kehilangan kursi ketua DPRD Payakumbuh periode 2019-2024. Sebab, pada Pemilu 2019 Partai Golkar hanya berada pada peringkat keempat, setelah Demokrat, Gerindra, dan PKS.

Kondisi ini diakui oleh Ketua Partai Golkar Payakumbuh Yendri Bodra Dt Parmato Alam. “Iya, berdasarkan hitungan internal kita yang mengacu kepada form C1, suara Partai Golkar dalam Pemilu 2019 di Payakumbuh, memang turun dibandingkan dengan Pemilu 2014. Lima tahun lalu, kita peringkat satu. Kini, turun ke peringkat empat. Inilah yang disebut, sakali aia gadang, sakali tapian barubah,” kata Parmato Alam saat dihubungi Padang Ekspres (Jawa Pos Group).

Parmato Alam meyakini, anjloknya suara Partai Golkar dalam pemilihan DPRD Payakumbuh, ikut dipengaruhi coat-tail effect atau efek ekor jas dari Pemilihan Presiden 2019. Terutama efek ekor jas dari pencalonan Prabowo Subianto yang punya basis massa kuat di Sumbar, khususnya lagi di Payakumbuh.

“Kami yakin, ini memang pengaruh dari dari Prabowo Effect, karena Prabowo di Sumbar, sangat signifikan. Ini berdampak tidak hanya ke Golkar saja, tapi juga ke partai-partai lain pengusung capres-cawapres 01. Ado pengaruh luar biasa yang terjadi. Tapi tidak apa. Kami tetap yakin, sakali aia gadang, sakali tapian barubah,” kata Parmato Alam yang masih menjabat sebagai ketua DPRD Payakumbuh.

Selain Golkar, partai politik yang perolehan suaranya anjlok dalam Pemilu 2019 adalah Partai Hanura. Lima tahun silam, Partai Hanura dapat 3.415 suara dan 1 kursi untuk pemilihan DPRD Payakumbuh. Sedangkan kini, dari data sementara di website KPU, perolehan suara tinggal 1.584. Berkurang 1.831 suara.

Kemudian, Partai Hanura juga sudah mengakui, kehilangan kursinya di DPRD Payakumbuh. “Kemungkinan, kami tak duduk lagi,” kata Basri Latief, ketua Partai Hanura Payakumbuh, secara terpisah.

Menyusul Hanura, perolehan suara PDIP juga turun di Payakumbuh. Lima tahun lalu, partai berlambang banteng dengan moncong putih dalam lingkaran ini, masih bisa mengoleksi dua kursi di DPRD Payakumbuh dengan total perolehan suara partai sebanyak 3.851 suara.

Sedangkan Pemilu 2019 ini, PDIP diprediksi hanya dapat 1 kursi di dprd Payakumbuh dengan total perolehan suara partai diperkirakan sebanyak 3.851 suara (diprediksi berkurang 258 suara).

“Iya, kemungkinan besar, PDIP tinggal satu kursi di DPRD Payakumbuh. Namun, perolehan suara partai kami, sebenarnya tidak terlalu berkurang. Penurunan suara tidak sampai 300 suara dibanding Pemilu 2014. Hanya saja, untuk kursi di DPRD, kami memang berpotensi kehilangan satu kursi di Dapil Payakumbuh Barat. Walau begitu, kami tetap tunggu keputusan KPU,” kata Yanuar Ghazali alias An Udo, pengurus PDIP Payakumbuh, secara terpisah.

Dilema yang sama juga dialami PBB dan PAN. Dalam Pemilu 2014 lalu, PBB dapat meraih 2 kursi di DPRD Payakumbuh dengan total suara partai sebanyak 3.539 suara. Sedangkan PAN dapat meraih tiga kursi di DPRD Payakumbuh dengan total suara partai sebanyak 6.408 suara.

Sementara, dalam Pemilu 2019 ini, berdasarkan data di website KPU, PBB baru dapat 3.348 suara dan PAN baru dapat 6.208 suara. Dengan kondisi ini, PBB terancam kehilangan kursi di Dapil Payakumbuh Barat. Sedangkan PAN terancam kehilangan kursi di Dapil Payakumbuh Utara dan Latina.

Sementara itu, perolehan suara PPP dan Partai NasDem, dalam Pemilu 2019 di Kota Payakumbuh diperkirakan juga turun dibandingkan dengan Pemilu 2014 silam. Namun, masih mujur, kedua partai ini, tidak ikut kehilangan kursi di DPRD Payakumbuh.

Sekadar diketahui saja, dalam Pemilu lima tahun silam, PPP masih mampu mendulang 5.787 suara dan tiga kursi untuk pemilihan DPRD Payakumbuh. Sedangkan kini, suara PPP berdasarkan data di website KPU, tinggal 4.955 suara. Berkurang 832 suara.

“Namun, PPP tetap bersyukur. Di tengah beratnya perjuangan menghadapi Pemilu 2019, kami masih dapat tiga kursi di DPRD. Masing-masing, satu kursi untuk satu dapil. Alhamdulillah. Terimakasih kami sampaikan kepada seluruh pengurus, caleg, dan konstituen yang masih memberi amanah kepada PPP, ” kata Ketua PPP Payakumbuh H Ahmad Zifal, secara terpisah.

Serupa dengan PPP, perolehan suara Partai NasDem untuk pemilihan DPRD Payakumbuh juga turun. Lima tahun silam, NasDem dapat 4.417 suara. Sedangkan tahun ini, diperkirakan dapat 4.123 suara. Menurun 294 suara. Tapi, NasDem tetap perlu bersyukur. Karena, diperkirakan, dua kursi NasDem di DPRD Payakumbuh, tidak hilang.

“Insya Allah, kita di NasDem, tetap dapat dua kursi DPRD. Masing-masing di Dapil Payakumbuh Barat, serta Dapil Payakumbuh Utara dan Latina. Untuk pastinya, kita tunggu saja keputusan KPU,” kata Ismet Harius, ketua NasDem Payakumbuh.

Di sisi lain, PKS dan Partai Gerindra, seperti diberitakan Padang Ekspres sebelumnya, memperoleh suara sangat signifikan dalam pemilihan DPRD Payakumbuh. Perolehan suara kedua partai ini benar-benar melejit. Begitu pula dengan PKB.

Meski secara nasional, PKB ikut sebagai partai pendukung pasangan capres-cawapres 01, namun perolehan suara PKB justru naik di Payakumbuh atau tidak terpengaruh dengan imbas Prabowo Effect. Malahan, PKB diperkirakan dapat satu kursi.

Selain PKB, parpol lain yang mencuri perhatian di Payakumbuh adalah Partai Berkarya. Partai yang di Payakumbuh diketuai Refidon Putra ini, untuk sementara bisa memperoleh 3.220 suara di Payakumbuh. Namun, peluang untuk dapat kursi di DPRD, agak tipis. (frv) jpnn

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here