Ingat Pak Anies, Ahok Penista Agama Dan Pemecah Belah NKRI

405

PENCOBLOSAN putaran kedua Pilgub DKI 2017 telah usai. Berdasarkan hasil hitung cepat berbagai lembaga survei dan media maupun real count KPU, paslon Anies Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno (ASA) mengalahkan telak petahana.

Namun ada sedikit ganjalan di dada kami terkait berita pertemuan Aneis dan Ahok (Basuki T. Purnama) di Balai Kota, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Para pesaing ini mengeluarkan statement sepakat menjaga persatuan. Mereka menginginkan suasana sejuk dan babak baru di Ibu Kota.

Pertanyaannya siapa yang menghendaki suasana Jakarta tidak damai dan tidak tentram. Sebagai simpatisan Bela Islam dan paslon ASA, selama ini kita selalu menjaga ketertiban, kesejukan, bahkan tidak pernah mau sedikit pun terpancing membuat keonaran, apalagi bertindak brutal dan membuat kerusuhan sebagaimana diidiamankan ahok dan bekingnya.

Kenyataannya, Ahoker yang selalu memproduksi kegaduhan sebagai makanan mereka sehari-hari. Menista agama, menghina dan menangkap ulama-aktifis, memprovokasi melalui video SARA-nya untuk membelah NKRI.

Pak Aneis tolong catat, bahwa adapun statement para simpatisan Bela Islam dan pendukung ASA, jika baik pengadilan tidak fair dan paslonnya (ASA) dicurangi akan melawan secara konstitusional, pernyataan wajar wajar saja. Masak dicurangi diam.

Jadi, dengan adanya pertemuan tersebut seolah menggeneralisasi semua pendukung para paslon, semua biang kerok dan tukang buat gaduh. Itu tidak benar sama sekali. Kecuali dilakukan Ahoker. Mereka yang memiliki kekuasaan, duit, preman, polisi, BIN.

Berbagai kasus perbuatan yang melawan hukum yang dilakukan Ahoker dari kasus Iwan Bopeng, intimidasi, money politic, tidak tersentuh hukum. Bandingkan tindakan aparat negara terhadap aktifis bela Islam dan pendukung ASA.

Terbukti setelah adanya insiasi rekonsiliasi, hari ini Jaksa Penuntut Umum di persidangan menuntut Ahok hanya dengan hukum percobaan. Menerima Ahok divonis percobaan bisa dianggap sebagai opini rekonsiliasi.

Pak Anies, saya bertanya, siapa sih Ahok dan urgensinya sehinga ente sampai perlu bertemu dan mengajaknya rekonsiliasi? Nelson Mandela?  Pejuang kulit bewarna yang menentang penjajahan kulit putih etnis Prancis di Afsel. Atau Yasser Arafat pemimpin Palestina yang melawan penjajahan zionis Israel?

Hai Pak Anies, ingat! Ahok hanya sesosok penista agama, terduga korupsi, antek taipan dan pemecah belah bangsa. Jangan sok moderat ente. [***] | RMOL

Martimus Amin

Pegiat politik dan hukum


*Repelita Online merupakan wadah untuk menyalurkan ide/gagasan/opini/aspirasi warga. Setiap opini/berita yang terbit di Repelita Online yang merupakan kiriman dari penulis merupakan tanggung jawab dari Penulis.
Join @Repelita Channel on Telegram

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here