Imam Nahe’i: Rata-Rata Kekerasan Perempuan Disebabkan Nikah Siri

377

Beberapa daerah di Indonesia, fakta menunjukkan terjadi kekerasan terhadap kaum perempuan yang dipoligami.

Demikian disampaikan Komisioner Komnas Perempuan Imam Nahe’i saat jadi pembicara diskusi “Perempuan dan Politik: Bisakah Poligami di Indonesia Dilarang” di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Sabtu (16/12).

“Hasil data dari Komnas Perempuan, rata-rata kekerasan terhadap perempuan disebabkan oleh nikah siri (nikah yang tidak tercatat),” kata Imam.

Di negara internasional, jelas Imam, ada tiga kategori negara yang mengatur soal poligami. Pertama, melarang keras poligami. Kedua, memperbolehkan poligami dengan pengawasan ketat. Ketiga, negara membiarkan poligami.

“Selain di negara-negara Eropa yang menolak, ada dua negara muslim yakni Turki dan Tunisia yang dengan tegas melarang poligami,” jelas Imam.

Untuk kategori negara yang memperbolehkan poligami namun dengan pengawasan ketat salah satunya adalah Indonesia.

Dan, lanjut Imam, negara yang sama sekali tidak melarang berpoligami adalah negara-negara Timur Tengah seperti Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab (UAE).

Di Indonesia sendiri dalam ketegorinya membiarkan poligami dengan pengawasan ketat, tercermin dengan adanya pasal 279 KUHP soal perkawinan yang tidak dicatatkan dan UU 45 dan 49 tentang KDRT.

Dan ini semua delik umum bukan delik aduan, bisa diproses tanpa ada yang melaporkan,” pungkas Imam. [rus] rmol

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...