Ijtima Ulama Digelar Bukan Karena Pesanan

293
Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional, Jum'at (27/07/2018).

Jakarta – Ratusan ulama dan tokoh nasional menghadiri Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional yang diselenggarakan di Jakarta. Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama selaku penyelenggara menegaskan acara itu digelar bukan karena ada pesanan.

“Penegasan, kita tidak menggiring pada satu calon atau ada pesanan,” kata Yusuf Muhammad Martak selaku ketua penyelenggara di Hotel Menara Peninsula, Slipi, Jakarta, Jumat (27/07/2018)

“Tidak ada keinginan atau arah ke situ,” tegasnya.

Menjelang pelaksanaan Ijtima memang ada kelompok Persaudaraan Alumni 212 yang mendekat ke partai tertentu. Yusuf, yang juga ketua GNPF Ulama menegaskan itu bukan bagian dari panitia.

“Kalau ada yang begitu bukan dilakukan oleh GNPF atau panitia. Tapi oknum pribadi,” tandasnya.

Yusuf menjelaskan Ijtima menjadi ajang pertemuan ulama yang mewakili umat dari berbagai wilayah di Indonesia. Sebelum acara itu, panitia telah melakukan pembicaraan dengan partai-partai yang diharapkan bisa berkoalisi.

Panitia dan GNPF Ulama telah melakukan pembicaraan dengan pemimpin lima partai, yaitu Gerindra, PKS, PAN, PBB, dan Partai Berkarya. Nantinya, mereka akan dihadirkan ke Ijtima untuk menyampaikan visi-misi masing-masing.

“Kami mengharapkan di internal mereka dibicarakan agar terjadi koalisi keumatan dan kebangsaan. Agar bisa menimbulkan satu konklusi juga ditingkatkan menjadi koalisi,” ujar Yusuf.

Dengan Ijtima ini ulama menghendaki agar bisa terlibat dalam penyelesaian masalah di Indonesia. Menurut Yusuf, selama ini ulama hanya dijadikan stempel dalam kepemimpinan negara. Nantinya, jika ulama bisa melahirkan pemimpin nasional, mereka juga siap mengawal dan mengingatkan.

“Dengan Ijtima semoga setelah bertemu dengan ulama dan tokoh nasional mereka terbuka hatinya bisa mufakat berkoalisi membentuk koalisi keumatan dan deklarasi,” tukasnya. kiblat.net

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here