Hoax 7 Kontainer Surat Suara, Semua Akun Medsos Penyebar Hoax Didapat, Andi Arief Disikat?

471

JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU RI) menanggapi serius terkait hoax 7 kontainer surat suara dicoblos nomor urut 01.

Bagi mereka yang menyebarkan berita hoax tersebut, dipastikan akan diseret ke Mabes Polri.

Saat ini, KPU RI juga sudah mengumpulkan bukti-bukti penyebaran kabar hoax tersebut untuk menunjang pelaporan ke pihak kepolisian.

Demikian disampaikan Ketua KPU, Arief Budiman di kantornya, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (3/1/2018).

“Kami sedang mengumpulkan bukti-bukti yang cukup, jika dirasa perlu nanti siang kami akan sampaikan secara resmi ke kepolisian,” tegasnya.

Kendati demikian, Arief enggan membeberkan siapa saja yang akan diseret dalam pelaporan ke polisi terkait penyebaran berita hoax itu.

Hanya saja, ia memberikan gambaran sejumlah pihak-pihak di media sosial yang terindikasi kuat sebagai pelaku penyebaran.

“Itu kan teridentifikasi beberapa akun kemudian menghilang atau akun-akun tanpa identitas atau anonim gitu ya,” tuturnya.

Akun-akun medsos tersebut, terang Arief, tidak hanya berasal dari satu platform saja.

“Ada di Twitter, ada di Instagram, Facebook. Itu nanti kita kumpulkan dulu, nanti kita sampaikan kepada kepolisian,” jelasnya.

Meski demikian, pihaknya belum bisa memastikan apakah Andi Arief merupakan salah satu penyebar hoax.

Arief menyatakan, bahwa hal itu adalah keputusan penuh kepolisian berdasarkan hasil penyelidikan nantinya.

Sedangkan cuitan Andi Arief melalui akun twitter pribadinya, kata Arief, hanya sebagai bahan informasi tambahan.

“Nanti kita lihat apakah memang dia yang nyebar atau sebetulnya dia bukan bagian yang nyebar, kita kan perlu cek dulu,” katanya.

“Sebagai bahan informasi, kan banyak itu akunnya yang menuliskan hal itu salah satunya aja Andi Arief,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief sebelumnya bercuit soal kabar 7 kontainer surat suara yang sudah dicoblos.

Cuitan itu diunggahnya pada Rabu (2/1/2019) malam sekitar pukul 20.00 WIB melalui akun twitter pribadinya, @AndiArief_.

“Mohon dicek kabarnya ada 7 kontainer surat suara yang sudah dicoblos di Tanjung Priok. Supaya tidak fitnah harap dicek kebenarannya karena ini kabar sudah beredar,” cuitnya saat itu.

Kabar yang dimaksud Andi berupa rekaman suara seorang pria yang tidak dikenal yang beredar sekitar tiga jam sebelum Andi menuliskan twitnya itu.

Menurut pria dalam rekaman suara itu, ada tujuh kontainer yang baru tiba dari China berisi surat suara yang sudah tercoblos.

Rekaman itu beredar dari dari satu jejaring media sosial ke jejaring media sosial lainnya, dan menjadi pembicaraan hangat.

Andi Arief yang gelisah pun menulis di akun Twitternya agar kebenaran kabar itu dicek. Dia memberi warning.

“Saya minta dicek. Sudah 3 jam beredar di WAG. Supaya jangan ada fitnah,” tulis Andi dalam twit kedua.

Akan tetai, cuitan Andi Arief itu lantas hilang dan dihapus tak lama kemudian.

(jpg/ruh/pojoksatu)

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...