Heboh video perwira Polisi gelar pesta nikah, Kapolda Sumut turun tangan

254

Jagat maya belakangan dihebohkan dengan beredarnya video nikah perwira Polisi. Video itu merupakan per-nikah-an perwira Polisi berpangkat AKP dengan inisial BVP, yang dilangsungkan di sebuah gedung, di Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, di tengah pandemi covid-19.

Dari video yang beredar di sosial media, nampak sejumlah tamu undangan tak memakai masker dan tak menjaga jarak. Dan krusial lagi, si pengantin dan pasangannya juga tak memakai masker saat nikah tersebut.

Video ini belakangan viral di sosial media, karena banyak dibagikan sejumlah pihak. Lantas, benarkah demikian, dan apa penjelasan Polisi terkait pesta nikah perwira di Labuhanbatu ini?

Polda Sumut buka suara

Terkait beredarnya video nikah perwira Polisi, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja angkat bicara. Menurut dia, pihaknya membenarkan jika video viral itu benar adanya.

Resepsi perwira Polisi yang viral. Foto: Twitter.
Resepsi perwira Polisi yang viral. Foto: Twitter.

Di mana ada salah satu oknum perwira Polisi yang telah melanggar kepatuhan dengan menggelar pesta nikah di tengah pandemi. Perilaku ini kemudian membuat Kapolda Sumatera Utara memberikan sanksi pada perwira berinisial BVP ini.

“Jadi Bapak Kapolda telah memerintahkan Kabid Propam Sumatera Utara untuk melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan. Jadi, dari hasil pemeriksaan, diduga yang bersangkutan memang bersalah, telah melanggar protokol kesehatan, telah menggelar pesta hajatan.”

“Dan hari Jumat yang lalu bapak Kapolda sudah mengeluarkan surat perintah kepada yang bersangkutan untuk dibebastugaskan,” kata dia disitat Kompas TV, Selasa 6 Oktober 2020.

Lebih jauh, dia mengatakan, oknum Polri jebolan Akpol itu dinilai melanggar maklumat Kapolri Jenderal Pol Idham Aziz tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran Covid-19.

Ilustrasi pernikahan
Ilustrasi pernikahan. Photo: Photo by Agung Raharja on Unsplash

“Nantinya anggota tersebut akan menjalani sidang disiplin,” jelasnya.

Saat ini, kata Tatan, pihaknya sudah memberikan sanksi sementara terhadap personel tersebut. Sanksi itu berupa membebaskantugaskannya dari jabatannya sebagai Kasat Intel.

“Sudah dibebastugaskan dari jabatannya. Penggantinya siapa, belum. Nanti kita informasikan,” ujarnya.

Sumber Berita / Artikel Asli : Hops

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...