Harun Masiku Segera Dicegah ke Luar Negeri

139
juru bicara KPK Ali Fikri

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera mencegah calon anggota legislatif PDI Perjuangan Harun Masiku ke luar negeri. Harun buron usai ditetapkan tersangka.

“Sesuai kewenangan KPK di undang-undang, akan segera dilakukan (mencegah Harun ke luar negeri),” kata pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Minggu, 12 Januari 2020.

Ali mengaku KPK masih terus mencari Harun. Lembaga Antirasuah meminta Harun menyerahkan diri.  

Dia mengingatkan pihak-pihak yang terlibat perkara ini kooperatif. Ali percaya Harun bakal memenuhi panggilan penyidik.

“Tidak hanya membantu penyidik menyelesaikan perkara lebih cepat, tetapi juga akan memberikan kesempatan yang bersangkutan menjelaskan terkait perkara tersebut,” kata Ali.

KPK menangkap tangan Komisioner Komisi Pemilihan Umum Wahyu Setiawan, Rabu, 8 Januari 2020. Wahyu Setiawan diduga menerima suap lantaran mengupayakan pergantian antarwaktu (PAW) caleg PDI Perjuangan Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatra Selatan Harun Masiku.

 

KPK menyita Rp400 juta dalam pecahan mata uang dolar Singapura saat operasi tangkap tangan (OTT) di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. Wahyu juga diduga telah menerima suap Rp200 juta.

 

KPK menetapkan empat tersangka dalam kasus itu. Wahyu Setiawan dan orang kepercayaannya sekaligus mantan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Agustiani Tio Fridelina, menjadi tersangka penerima suap.

 

Kader PDI Perjuangan Harun Masiku dan pihak swasta, Saeful, menjadi tersangka penyuap. Saeful diduga staf di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan. Medcom

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...