“Harimau Tidur Tuan Bangunkan”

1280

Oleh : Buya Gusrizal Gazahar Dt. Palimo Basa

Dia bangkai, tapi tuan-tuan perebutkan.
Dia fana, tapi tuan-tuan dambakan.
Dia fatamorgana, tapi tuan-tuan pertahankan.
Dia tipu muslihat, tapi tuan-tuan nyaman dalam pelukan.

Berteriak di telinga si tuli.
Berhias di depan si buta.
Mengajak menari si lumpuh.
Menuntut nyanyian si bisu,
Bukan hanya mustahil, tapi tamparan.

Membuat retak kehormatan.
Membawa hancur harga diri.
Menodai marwah kehidupan.
Meluluhlantakkan kemuliaan.

Hanya saja,

Itu bukan untuk manusia kebal rasa.
Bukan untuk manusia berhati buta.
Apalagi manusia tertidur dalam jaga.
Ia untuk manusia sadar jiwa raga !

Terlalu kelu lidah tuan mengaku lemah.
Terkunci rapat mulut tuan berucap salah.
Terlalu tinggi ego tuan berikrar kalah.
Sehingga kami mesti bersorak “sudahlah”.

Dari lembah merapi singgalang genderang di tabuh.
Kabut tandikat tak mampu menghambat bunyi gemuruh.
Di bawa ombak dan badai ke kaki singasana yang akan runtuh.
Pesan ranah minang “bersujudlah sebelum tuan jatuh”.

Tak usah bedil tuan hadapkan
Satu peluru pun haram tuan muntahkan.
Jangankan mesiu dan timah, asapnya pun hasil rampasan.
Tuan rebut dari tangan mereka yang menangis kelaparan.

Dari lembah ngarai teriakan bergema.
Dinding-dinding harau menggaungkan suara.
Membawa pesan kesadaran kepada tuan yang sedang dimabuk dunia.
Bila bumi tempat berpijak, langit yang dijunjung, tuan pasang harga
Singa harau dan harimau agam akan keluar dengan izin yang kuasa.

Bukittinggi, 29 Dzulhijjah 1439 H

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here