Hari ke-11 PPKM Darurat, Luhut Perintahkan Ini ke Menaker, Industri Ini Masih Banyak Merahnya

167
Koordinator PPKM darurat Jawa dan Bali, Luhut Binsar Pandjaitan/Net

 JAKARTA— Hingga hari ke-11 PPKM Darurat, Luhut Panjaitan menyebut masih ada yang perlu menjadi perhatian, salah satunya buruh. Di mana industri ini masih banyak zona merahnya.

Pada hari ke-11 penerapan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Luhut Panjaitan mengklaim tren mobilitas penduduk di seluruh provinsi se-Jawa dan Bali mulai mengalami penurunan.

Koordinator PPKM Pulau Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan meminta agar jam kerja bagi para buruh atau pekerja ditata ulang.

Imbas penerapan PPKM Darurat, diuraikan Luhut banyak daerah yang awalnya zona hitam berubah menjadi merah, sedangkan zona merah berubah menjadi hitam.

“Masih ada yang perlu menjadi perhatian, salah satunya para buruh yang di mana industri ini masih banyak merahnya. Kalau bisa saya usul jadwal kerja mereka diperketat,” kata Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan saat memimpin rapat koordinasi secara virtual, Selasa (13/7).

Pengetatan PPKM Darurat ini menurutnya diharapkan dapat segera menekan laju penularan Virus Corona baru (Covid-19).

Dengan demikian, para pekerja atau tenaga buruh dapat segera bekerja dengan normal.

Oleh karenanya, Koordinator PPKM Darurat Luhut Panjaitan mengusulkan kepada Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Ida Fauziyah agar menerapkan mekanisme sehari kerja sehari di rumah.

“Kalau seharusnya dia bekerja sebulan 30 hari, ini jadi 15 hari. Jadi sehari di rumah, sehari di tempat kerja. Ini juga pada prinsipnya untuk menghindari para pekerja/buruh tersebut dirumahkan,” katanya.

Namun demikian, agar perusahaan tidak menafsirkan work from home (WFH) tanpa upah bagi pekerja, dia mengingatkan kepada Menaker agar membuat regulasi yang jelas.

“WFH dan dirumahkan harap bikin saja dengan jelas, sehingga nanti bisa diterjemahkan melalui peraturan menteri atau surat edaran instruksi dari Mendagri,” jelasnya.

“Jadi tidak ada penafsiran macam-macam,” tegasnya.

Selain itu, agar lebih mengoptimalkan pencegahan penularan Covid-19, sejumlah 50 persen pekerja atau buruh yang masuk bekerja, jam makan siangnya perlu diatur.

Tujuannya, agar jam makan siang tidak bersamaan.

“Jadi jangan sampai mereka itu makan siang bersama-sama, menimbulkan kerumunan. Intinya jam makan diperhatikan, jangan sampai bertemu makan bareng. Saya serahkan ini ke Menaker Ida,” tegasnya.

Hadir dalam rakor virtual untuk membahas Dampak PPKM Darurat Terhadap Aspek Tenaga Kerja ini antara lain Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri BUMN Erick Thohir, Kepala BNPB Ganip Warsito, serta beberapa pejabat terkait.

Sumber Berita / Artikel Asli : (ral/rmol/pojoksatu)

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here