Hampir dikudeta orang Istana, Demokrat berpotensi tendang PDIP dan Gerindra di 2024

309
Ketum Demokrat AHY, Ketum Gerindra AHY, Ketum PDIP Megawati. Foto: Antara

Partai Demokrat belakangan jadi perbincangan hangat sejumlah pihak lantaran digadang-gadang jadi salah satu partai kuat dalam perhelatan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Padahal beberapa waktu lalu, partai yang dinaungi oleh mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini diterpa badai masalah kudeta yang disebut didalangi oleh Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh New Indonesia Research & Consulting, Partai Demokrat berhasil duduk di posisi tiga besar menggeser partai besar sekelas Golkar.

Bahkan temuan dari survei tersebut juga membuat banyak pihak terkejut, lantaran elektabilitas Demokrat juga berselisih tipis dari partai pemenang Gerindra dan PDI Perjuangan.

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Foto: Antara
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Foto: Antara

Direktur Eksekutif New Indonesia Research & Consulting Andreas Nuryono mengatakan, tren elektabilitas Partai Demokrat sendiri berpotensi menendang pesaingnya jelang 2024 mendatang.

“Jika tren elektabilitas Demokrat terus meningkat, sangat mungkin menyalip Gerindra maupun PDIP dan menjadi jawara pada Pemilu 2024,” ujar Andreas Nuryono dalam keterangan tertulis, dikutip Hops pada Senin, 9 Agustus 2021.

Pihaknya juga memaparkan bahwa tren elektabilitas Demokrat terus mengalami kenaikan signifikan sejak survei dilakukan Februari 2021.

Padahal awalnya perolehan elektabilitas partai Demokrat hanya mandek berada di kisaran tiga persen, lalu langsung melonjak pesat menjadi delapan persen.

“Kini, elektabilitas Demokrat kembali naik mencapai 10,1 persen membayangi Gerindra yang meraih elektabilitas 10,4 persen,” katanya.

Demokrat berhasil naik ketika partai pesaingnya mengalami penurunan

Di samping Demokrat yang kian melejit, tren PDIP justru mengalami penurunan selama setahun terakhir.

Kendati demikian, partai berlogo banteng tersebut masih berada di posisi pertama.

Andreas mengatakan, pada survei sebelumnya, PDIP masih memantapkan elektabilitas di kisaran 20 hingga 30 persen, tetapi kini turun menjadi 19,8 persen.

Tidak hanya PDIP dan Gerindra, Golkar yang juga partai koalisi pemerintah mengalami penurunan elektabilitas menjadi 7,3 persen dan merosot ke posisi empat.

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketum Gerindra Prabowo subianto. Foto: CNN
Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketum Gerindra Prabowo subianto. Foto: CNN

Menurut Andreas, manuver Demokrat yang berada di luar pemerintahan berhasil mencitrakan diri sebagai oposisi utama.

Sementara itu berbeda dengan Demokrat, elektabilitas Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang juga partai oposisi hanya memperoleh 4,8 persen.

“Demokrat berhasil melawan upaya kubu Moeldoko untuk membelah internal partai, sementara PKS dibayang-bayangi oleh Gelora yang bisa dianggap sebagai sempalan PKS,” tuturnya.

Perolehan partai lainnya

Ilustrasi survei elektabilitas partai. Foto: Antara
Ilustrasi survei elektabilitas partai. Foto: Antara

Untuk diketahui, Gelora sebagai partai politik baru mulai menunjukkan taringnya dengan meraih elektabilitas 1,1 persen.

Partai baru lainnya yang dipimpin Amien Rais, yaitu Partai Ummat memperoleh elektabilitas sebesar 1,7 persen dibandingkan posisi pendahulunya, Partai Amanat Nasional (PAN) yakni 1,2 persen.

Untuk posisi papan tengah diduduki oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 5,7 persen, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) 5,3 persen, NasDem 3,5 persen, dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sebesar 2,0 persen.

Sementara untuk posisi bawah, berdasarkan survei New Indonesia Research & Consulting, elektabilitas Perindo hanya 0,7 persen, Hanura 0,5 persen, Berkarya 0,4 persen, dan lainnya 0,3 persen.

“Sisanya tidak tahu atau tidak menjawab sebesar 25,2 persen,” katanya.

Adapun Survei New Indonesia Research & Consulting ini dilakukan pada 21 hingga 30 Juli 2021 melalui sambungan telepon kepada 1.200 orang responden yang dipilih acak dari survei sebelumnya sejak 2019.

Kemudian untuk margin of error sekitar 2,89 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here