Guntur Romli Bahas Mahar Rp 500 Miliar dari Sandiaga Uno, Gerindra: Biar Itu Menjadi Urusan Kami

1226

Partai Gerindra angkat bicara menanggapi komentar Politisi PSI, Guntur Romli, yang turut membahas mengenai tudingan mahar Rp 500 miliar yang diberikan Sandiaga Uno kepada PAN dan PKS.

Dilansir TribunWow.com, hal tersebut tampak dari laman Twitter, @Gerindra, yang diunggah, pada Jumat (10/8/2018).

Awalnya, Guntur Romli menyebut klaim data mahar politik sebesar Rp 500 miliar Sandiaga Uno yang dimiliki oleh Andi Arief sangat serius.

Ia pun menanyakan jabatan Sandi dalam Partai Gerindra.

“Andi Klaim Punya Data Soal ‘Mahar’ Rp500 Miliar Sandiaga, apa kabar @sandiuno ? Jabatan Sandi di @Gerindra apa ya? Ini tudingan serius!,” ujar @GunRomli.

Menanggapi hal tersebut Gerindra meminta Guntur Romli tidak turut memanaskan suasana.

Menurut Gerindra, biarlah hal tersebut menjadi urusan rumah tangganya.

Gerindra pun menyebut jika pihak-pihak yang dituduh masih menyikapinya dengan dingin.

“Tidak perlu memanaskan suasana.

Biar itu menjadi urusan kami.

Pihak-pihak yang dituduh saja masih bisa menyikapinya dengan kepala dingin, kok. Kenapa harus dipanas-panasi?,” jawab @Gerindra.

Postingan Gerindra-Gun Romli
Postingan Gerindra-Gun Romli (Capture/Twitter)

Sebelumnya, Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Mohamad Guntur Romli, turut menanggapi tudingan adanya mahar cawapres sebanyak Rp 500 miliar yang dilontarkan oleh Politisi Demokrat, Andi Arief.

Hal tersebut ia sampaikan melalui laman Twitternya, @GunRomli, yang diunggah, pada Rabu (8/8/2018).

Awalnya, Guntur Romli mengungah sejumlah cuitan mengenai Jenderal Kardus dan tudingan mahar politik Rp 500 miliar dari Sandiaga Uno.

Menurutnya, jika hal tersebut benar, maka partai yang bersangkutan dapat mendapat sanksi dari Komisi Pemiluihan Umum (KPU) atau Bawaslu.

“PD: Prabowo Jenderal Kardus, Gerindra: SBY Jenderal Baper, ini Kardus vs Baper seruuuuu.

Demokrat & Gerindra ini kok menghina jenderal ya dgn sebutan “jenderal kardus” apa benar ada jenderal kardus? Kardus sbg perumpamaan itu lemah, rapuh, kosong, bahkan pengkhianat & tdk bertanggung jawab.

Laporkan! Ini tuduhan serius, kalau benar ini pelanggaran pemilu, PAN bisa didiskualifikasi dari Pemilu!

‘Jenderal Kardus’ Hancurkan Kemesraan Sekejap PD-Gerindra, berarti namanya kemesraan kardus juga, koalisi yg mau dibangun, koalisi kardus!”

Postingan Guntur Romli
Postingan Guntur Romli (Capture/Twitter)

“Disebut PD Dapat Rp 500 M dari Sandi, PKS: Tuduhan Tak Pantas!

masa cuma balasannya gini doang? Kalau benar ini pelanggaran pemilu serius, PKS bisa didiskualifikasi, ayo laporkan!

Sekali lagi, tuduhan Andi Arief ini serius, kalau benar maka ada dugaan pelanggaran Pemilu yg serius, 
Gerindra-PAN-PKS bisa didiskualifikasi, 500 miliar ini duit berkardus-kardus. Klau tuduhan Andi Arief tdk benar, maka dia harus dilaporkan & masuk penjara.

Katanya rekomendasi Ijtima’ ulama harga mati, tp apa akan kalah pada–yg menurut Andi Arief dgn duit 500 M yg berkardus-kardus? Kalau ini benar terjadi, alangkan biadabnya mempermainkan istilah ulama.”

Postingan Guntur Romli
Postingan Guntur Romli (Capture/Twitter)

“Jenderal Kardus & Duit 500 M yang berkardus-kardus! Politik kardus, parpol kardus, koalisi kardus, serius nih masa depan bangsa ini mau diserahkan ke mereka?

Ini bukan Republik Kardus, ini Republik Indonesia, kita bangsa yg berdaulat bukan bangsa kardus!

Saat mesra, Demokrat: walau langit runtuh koalisi dgn Prabowo tak mungkin berubah, saat putus, Demokrat:

Prabowo Jendral Kardus! Pacaran anak2 alay, gombalnya cap kardus.

Mengamati dinamika politik jenderal kardus & info duit 500 M yg berkardus-kardus sambil ngopi 1 mug (tdk berkardus-kardus),” tulis Guntur Romli.

Postingan Guntur Romli
Postingan Guntur Romli (Capture/Twitter)

Semantara itu, Prabowo Subianto telah resmi menunjuk Wakil Gubernur DKI Jakarta sekaligus Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra, Sandiaga Uno, untuk mendampinginya sebagai cawapres pada Pilpres 2019.

Dikutip dari KompasTV, Deklarasi ini diumumkan resmi oleh Prabowo Subianto di kediaman Prabowo Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Kamis (9/8/2018) malam.

“Pada saat ini baru saja pimpinan dari tiga partai politik yaitu, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Amanat Nasional, dan Partai Gerakan Indonesia Raya telah memutuskan dan memberi kepercayaan kepada saya Prabowo Subianto dan saudara Sandiaga Salahuddin Uno untuk maju sebagai Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Republik Indonesia untuk masa bakti 2019-2024,” ungkap Prabowo Subianto.

(TribunWow.com/Lailatun Niqmah)

.tribunnews.

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here