Gubernur Jendral NRFPB Ungkap Kejanggalan KKB Pembantai 31 Pekerja di Papua

2466

PAPUA – Penyerangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang menewaskan 31 pekerja pembangunan jalan Trans Papua disebut dilakukan kelompok yang telah disusupi.

Demikian diungkap Gubernur Jenderal NRFPB Markus Yenu ditemui di Manokwari, Papua Barat, Selasa (11/12) kemarin.

Markus Yenu juga menegaskan, tindakan penyerangan itu juga telah mencoreng upaya pihaknya berdamai dengan pemerintah Indonesia.

“Kita sebenarnya mau yang sedang saya laksanakan (penyelesaian dengan damai) dan itu perintah Benny Wenda (pendiri United Liberation Movement for West Papua) dan Jacob Rumbiak,” ungkapnya.

Markus memastikan, jika ada tindak kekerasan yang terjadi di Papua, maka itu adalah di luar perintah Benny Wenda.

“Mereka (Benny atau tokoh pergerakan OPM) orang baik kok,” katanya.

Sejatinya kata dia, seluruh tokoh pergerakan di bawah satu komando. Yakni komando Beny Wenda dan Jacob Rumbiak.

Karena itu, Markus menduga pelaku penyerangan di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua itu adalah kelompok yang telah disusupi oleh pihak-pihak tertentu.

“Itu ada kelompok-kelompok pergerakan Papua yang disusupi oleh orang yang tidak mau Papua nyaman,” ungkap Markus.

Markus juga megungakap, dirinya sama sekali tak mengenal Panglima Daerah Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Makodap III Ndugama Egianus Kogeya yang mengklaim melakukan penyerangan.

“Kalau saya belum (ketemu),” bebernya.

Saat ini, pihaknya tengah mengevaluasi situasi yang terjadi di Nduga.

“Situasi ini di luar agenda kita. Situasi ini menjelang pemilukada, kita tidak terlibat bagian itu,” katanya.

“Karena kita menginginkan ada sebuah proses damai,” pungkas Markus.

Diberitakan PojokSatu.id sebelumnya, polisi menyebut sudah mengetahui keberadaan enam anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang melakukan pembantaian terhadap 31 pekerja di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua.

Enam orang anggota KKB itu diketahui salah satunya adalah pimpinan alias panglima KKB Komando Daerah Papua II (Kodap) Nduga.

Demikian disampaikan Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (12/12/2018).

“Kita sudah semakin berhasil me-mapping pelaku penyerangan KKB. Ada beberapa yang sangat aktif sebagai komandan lapangan di wilayah Nduga,” ungkapnya.

Enam orang dimaksud, lanjut Dedi, salah seorang berinisial PU adalah panglima KKB dimaksud.

Selanjutnya, RL yang dideteksi pergerakannya di Mbua, Habema dan Ilkema.

Sementara anggota KKB berinisial A beredar di wilayah Paro dan Nduga.

Selanjutnya, ada NT yang dideteksi berada di wilayah Habema dan Ilkema, dan BT di wilayah Nduga.

Sementara EK terdeteksi berada di wilayah Mugi dan Alguru, dan terakhir GT dideteksi melarikan diri ke Kali Dumit dan Kali Min.

“Saat ini pasukan gabungan TNI-Polri dengan semangat terus melakukan pengejaran kelompok tersebut,” tegas Dedi.

(jpg/ruh/pojoksatu)

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...