Gubernur Gorontalo Ingatkan Risma Jangan Marah saat Berkunjung ke Kampung Orang: Jabatan Harus Dijaga

256
Gubernur Gorontalo Rusli /dok. Humas Pemprov Gorontalo
– Gubernur Gorontalo Rusli Habibie merasa tersinggung dengan sikap Menteri Sosial Tri Rismaharini yang emosional dan menunjuk-nunjuk pegawainya saat berkunjung ke Gorontalo pada 30 September 2021.

Gubernur Rusli menilai sikap Mensos Risma tidak patut dilakukan. Selain seorang ibu, Risma berpangkat menteri telah memberi contoh buruk bagaimana seorang pejabat negara bersikap.

“Saya saat melihat video itu sangat prihatin. Saya tidak memprediksi seorang ibu menteri, sosial lagi, memperlakukan seperti itu. Contoh yang tidak baik,” kata Rusli, dikutip dari laman resmi Pemerintah Provinsi Gorontalo, Sabtu, 2 Oktober 2021.

Dia juga mengingatkan Risma untuk menjaga sikap marah-marah di depan rakyat, terlebih saat berkunjung ke kampung orang.

“Pangkat, jabatan harus kita jaga. Tidak ada artinya pangkat ini semua kita tinggalkan. Kalaupun toh dia salah ya dikoreksi, di depan umum lagi,” ujar Rusli.

Sebelumnya, baru-baru ini reaksi kemarahan Mensos Risma kepada bawahannya kembali menjadi sorotan, bahkan video yang memperlihatkan Mensos Risma ketika marah itu hingga viral di media sosial.

Risma pun meminta untuk mengecek data staf khusus Mensos dan data BRI, akan tetapi ternyata dari data tersebut sudah ada transaksi alias sudah dicairkan, dan dari hal itulah kemarahan Mensos Risma memuncak.

Risma marah saat dia mengetahui ada ketidaksinkronan data penerima Program Keluarga Harapan (PKH).

– Gubernur Gorontalo Rusli Habibie merasa tersinggung dengan sikap Menteri Sosial Tri Rismaharini yang emosional dan menunjuk-nunjuk pegawainya saat berkunjung ke Gorontalo pada 30 September 2021.

Gubernur Rusli menilai sikap Mensos Risma tidak patut dilakukan. Selain seorang ibu, Risma berpangkat menteri telah memberi contoh buruk bagaimana seorang pejabat negara bersikap.

“Saya saat melihat video itu sangat prihatin. Saya tidak memprediksi seorang ibu menteri, sosial lagi, memperlakukan seperti itu. Contoh yang tidak baik,” kata Rusli, dikutip dari laman resmi Pemerintah Provinsi Gorontalo, Sabtu, 2 Oktober 2021.

Dia juga mengingatkan Risma untuk menjaga sikap marah-marah di depan rakyat, terlebih saat berkunjung ke kampung orang.

“Pangkat, jabatan harus kita jaga. Tidak ada artinya pangkat ini semua kita tinggalkan. Kalaupun toh dia salah ya dikoreksi, di depan umum lagi,” ujar Rusli.

Sebelumnya, baru-baru ini reaksi kemarahan Mensos Risma kepada bawahannya kembali menjadi sorotan, bahkan video yang memperlihatkan Mensos Risma ketika marah itu hingga viral di media sosial.

Risma pun meminta untuk mengecek data staf khusus Mensos dan data BRI, akan tetapi ternyata dari data tersebut sudah ada transaksi alias sudah dicairkan, dan dari hal itulah kemarahan Mensos Risma memuncak.

Risma marah saat dia mengetahui ada ketidaksinkronan data penerima Program Keluarga Harapan (PKH).

Bahkan dari unggahan video tersebut, emosi Risma pun meluap-luap hingga menunjuk-nunjuk dan menghampiri pegawai PKH Dinas Sosial Gorontalo.

Gubernur Rusli menyebutkan Risma boleh emosi tapi jangan bersikap seperti itu kepada pegawainya.

“Boleh lah emosi tapi jangan kelakuan seperti itu dong. Itu pegawai saya meskipun dia pegawai rendahan tapi manusia juga. Saya alumni STKS, tahun 80-an sudah kenal menteri Nani Soedarsono, para Dirjen tapi tidak ada yang sikapnya begitu. Saya tersinggung, saya enggak terima,” ujarnya

Secara khusus, Gubernur Rusli meminta agar Presiden Jokowi mengevaluasi sikap Risma ysng dalam banyak kesempatan selalu emosional. Apalagi aksinya kadung viral dan buat heboh warga Gorontalo.

“Tolonglah, mumpung Pak Presiden juga bisa lihat di Youtube, di mana mana karena sudah ribut. Memperingati stafnya karena seperti itu,” kata dia.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here