GNPF Ulama: Penetapan Habib Bahar Tindakan Diskriminatif Aparat, Pendukung Rezim Bebas

1033

JAKARTA – Habib Bahar bin Smith akhirnya resmi ditetapkan sebagai tersangka usai menjalani lebih kurang 11 jam pemeriksaan di Bareskrim Mabes Polri.

Hal itu terkait dengan kasus ujaran kebencian kepada dan penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ia dijerat dengan pasal berlapis. Yakni Undang-undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

Serta Pasal 16 juncto Pasal 4 huruf b angka 1 dan Pasal 45 ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Indivasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Kendati demikian, pria dengan rambut bercat pirang itu masih tidak ditahan oleh polisi.

Menanggapi hal tersebut, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, menilai kondisi itu sebagai bentuk nyata dari tindakan diskriminatif yang dilakukan aparat hukum.

Polisi, juga disebut bertindak sigap dan cepat manakala yang dianggap sebagai pelakunya adalah umat Islam dan para tokohnya.

Demikian disampaikan Ketua GNPF Ulama, Ustadz Yuauf Muhammad Martak dalam konferensi pers-nya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (7/12/2018).

“Sebaliknya, jika pelakunya adalah nonmuslim atau mereka yang mendukung penguasa, polisi terkesan lambat bahkan mengabaikan proses yang seharusnya ditempuh,” katanya.

Atas kondisi itu, pihaknya sangat khawatir hukum di Indonesia telah menjadi alat kekuasaan.

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...