GNPF MUI Ingin Tumbangkan Ekonomi Kapitalis

533

Ketua Dewan Ekonomi Syariat (DES) Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) Dr Muhammad Syafi’i Antonio mengatakan, pembentukan Koperasi Syariah 212 adalah salah satu rekomendasi dari hasil pembahasan para ulama.

Pasalnya, pasar kini dikuasai kaum kapitalis dan nyata-nyata tidak memberikan kesejahteraan kepada umat.

“Mulai dari ujung kaki sampai ujung rambut, produk yang digunakan umat adalah hasil karya kaum kapitalis. Uang yang dibelanjakan umat dibawa pulang ke negara asal produsen,” kata Antonio.

Ironisnya, kata dia, banyak yang lebih senang belanja ke supermarket atau minimarket. Sementara warung tetangga dilewati.

Akibatnya, warung kecil milik tetangga kalah bersaing dengan minimarket.

“Ini yang melandasi GNPF MUI untuk memperkuat basis ekonomi umat lewat Koperasi Syariah 212 dan menumbangkan ekonomi kapitalis.‎ Ini adalah wadah bisnis yang bisa menampung aspirasi dan kontribusi jutaan masyarakat melalui koperasi serba usaha ‎syariat,” papar ekonom syariat ini.

Antonio menambahkan, koperasi ini diharapkan akan menjadi investment holding yang akan menaungi ‎segenap usaha produktif pilihan, baik di bidang jasa keuangan, ritel dan waralaba, distribution centre, pabrik makanan halal skala nasional, property dan usaha-usaha produktif lainnya.

“Unit usaha di bawah invesment holding pada gilirannya wajib bekerja sama dengan usaha-usaha umat lain dalam bentuk kemitraan yang saling menguntungkan dan menjunjung tinggi ukhuwah Islamiyah dan profesionalisme,” bebernya.

Selain itu, tambah Antonio, warung dan toko kecil harus diperkuat posisinya agar ekonomi umat makin kuat dari bawah hingga ke atas.

“Kami berkeyakinan bila seluruh umat bersatu, Koperasi Syariah 212 bisa membeli pabrik-pabrik makanan, minuman, ritel, kendaraan, garmen, dan lainnya yang dikuasai kapitalis,” pungkasnya. (esy/jpnn)


*Repelita Online merupakan wadah untuk menyalurkan ide/gagasan/opini/aspirasi warga. Setiap opini/berita yang terbit di Repelita Online yang merupakan kiriman dari penulis merupakan tanggung jawab dari Penulis.
Join @Repelita Channel on Telegram

comments

Loading...