Giliran PA 212 ‘Tonjok’ Balik Tjahjo: Mendagri Harus Les Privat ke Habib Rizieq Soal Pancasila

267

JAKARTA – Pernyataan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menanggapi lontaran pernyataan Habib Rizieq Shihab, mendapat balasan dari Persaudaraan Alumni 212 (PA 212).

Sebelumnya, Mendagri mengatakan bahwa imam besar Front Pembela Islam (FPI) itu tak paham dengan cara kerja pemerintahan.

Selain itu, ia juga menyatakan bahwa sosok yang selama ini berada di Mekkah itu harus belajar Pancasila.

BACA: Gubernur Papua dan Jatim Diusir Mahasiswa Papua di Surabaya: Lepas Garuda dulu Kalau ke Sini!

Pernyataan tersebut lantas dibalas Ketua Divisi Hukum PA 212 Damai Hari Lubis. Menurutnya, Tjahjo Kumolo seharusnya malu mengeluarkan pernyataan demikian.

Demikian disampaikan Damai Hari Lubis melalui keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa (27/8/2019).

“Justru Menteri Dalam Negeri malu bila memberi saran melalui statement ke media agar Habib Rizieq Shihab belajar tentang Pancasila,” katanya.

Sebaliknya, ia menyebut bahwa anak buah Megawati Soekarnoputri itu yang semestinya belaja les privat kepada Habib Rizieq soal kuliah Pancasila.

Menurutnya, Rizieq sangat paham soal Pancasila. Terbukti tesis yang dibuatnya berjudul ‘Pengaruh Pancasila terhadap Penerapan Syariat Islam di Indonesia’.

Dalam tesis itu, katanya, Rizieq berhasil membedah filosofi Pancasila dikaitkan dengan Islam.

Dengan tesis tersebut, lanjutnya, Rizieq berhasil lulus dengan cum laude.

“Dalam tesis tersebut Imam Besar Habib Rizieq Shihab menyimpulkan bahwa Pancasila tidak bertentangan dengan syari,” kata Damai.

Sebelumnya, Mendagri Tjahjo Kumolo membalas pernyataan Habib Rizieq Shihab yang mendesak pembubaran Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Tjahjo menyebut Rizieq tak paham lembaga yang bertugas membantu presiden dalam merumuskan implementasi ideologi Pancasila terebut.

“Habib Rizieq sebagai ulama ya perlu belajar mengenai Pancasila,” latanya di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (26/8/2019).

Menurutnya, Rizieq tidak paham dengan fungsi dan tugas BPIP

“Saya kira yang mengkritik BPIP belum paham mengenai fungsi dan tugasnya. Urusan Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika itu sudah final,” tegasnya.

Anak buah Megawati Soekarnoputri itu menegaskan, keberadaan BPIP untuk implementasi Pancasila dalam semua kebijakan pemerintahan.

BACA: Mendagri Buka Suara Soal PNS Pensiun Dini Kalau Ibu Kota Negara Pindah

“Setiap keputusan politik pembangunan di semua tingkatan itu harus diimplementasikan dengan Pancasila,” ucap Tjahjo.

Mantan Sekjen PDIP itu menambahkan, BPIP tersebut berisikan para tokoh termasuk mantan presiden.

Menurutnya, kesediaan mereka menjadi bagian BPIP demi menjaga keutuhan bangsa dan negara.

“Kalau ada yang mempermasalahkan BPIP, sama saja permasalahkan Pancasila. Padahal itu (Pancasila, red) sudah final,” pungkasnya.

(ruh/pojoksatu)

Comments

comments