Gerindra Ungkap Ada Surat Permakluman di Balik Penolakan Sandi di Tabanan

360
Sandiaga Uno saat berkampanye di Bali

Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno ditolak kedatanganannya saat akan mengunjungi Tabanan, Bali, Sabtu (23/2/2019) pekan kemarin.

Bahkan, sejumlah elemen masyarakat Bali sudah menunggu dan menghadang di pintu keluar Bandara Ngurah Rai, Bali.

Partai Gerindra Bali menjelaskan soal kabar adanya penolakan masyarakat Tabanan, Bali, terhadap kedatangan pasangan Prabowo Subianto itu.

Ia membebeberkan, jauh sebelum rencana kedatangan Sandi ke Bali, pihaknya sudah melakukan sosialisasi di Tabanan.

Demikian disampaikan Wakil Ketua DPD Gerindra Bali, Fabian Andrianto Cornellis seperti dikutip PojokSatu.id dari RMOL, Senin (25/2).

“Terkait penolakan di Tabanan bahwa ada komponen masyarakat yang faktanya di awal menerima. Kita sudah lakukan pendekatan dan sosialisasi ke Tabanan. Semua komponen siap menyambut,” katanya.

Fabian menyampaikan, pihaknya jauh hari sudah melakukan sosialisasi kepada warga yang ada di Tabanan untuk kedatangan Sandi.

Setidaknya, dua Desa di Tabanan siap menyambut Sandi, namun dua Desa yakni Senganan dan Sudimara menolak.

Ketua Umum Tunas Indonesia Raya (Tidar) Provinsi Bali itu menjelaskan, penolakan dua desa hanya bersifat administrasi yakni surat permakluman.

Menurut Fabian, surat permakluman dari perangkat desa tersebut tidak bisa digeneralisir sebagai aspirasi keseluruhan unsur warga yang ada di Tabanan.

“Pada prinsipnya masyarakat Tabanan menerima kedatangan Sandi, karena masyarakat Bali begitu ramah. Tapi ketika masuk dalam wilayah adminitrasi,” katanya.

“Terganjal surat permakluman dari desa, ini kita telusuri apakah benar surat itu merupakan (suara) perwakilan desa setempat,” tuturnya.

Fabian menambahkan, oleh karena itulah Sandi mengurungkan niat untuk tetap mengunjungi Tabanan.

Selain ingin mematuhi aturan yang ada, tim kampanye Prabowo-Sandiaga sekaligus ingin mengajarkan politik santun.

“Kita hanya tidak ingin disemprot Bawaslu,” pungkas Fabian.

Sebelumnya, kampanye Sandiaga Uno di Bali, akhir pekan lalu tidak semua berjalan mulus.

Dari rencana lima kabupaten yang dikunjungi, dipastikan masyarakat satu kabupaten di Tabanan, Bali menolak kehadiran Sandiaga Uno.

Sesuai rencana, Sandiaga Uno dijadwalkan Minggu (24/2) siang mengunjungi ke Banjar Dinas Pagi, Senganan, Penebel, Tabanan.

Namun, warga setempat menolak kehadiran pasangan Capres Prabowo Subianto ini. Surat penolakan ini tertuang melalui nomor : 10/DPP/II/2019 tertanggal 18 Februari 2019.

Surat itu ditandatangani langsung Kelian Adat Banjar Dinas Pagi I Nyoman Subagan dan mengetahui Kelian Dinas Pagi I Wayan Sukawijaya, dan Bendesa Adat Pagi I Wayan Yastera.

“Dengan ini kami warga masyarakat di desa pakraman Pagi sudah sepakat menolak kunjungan/kedatangan bapak Sandiaga Uno dalam kapasitas apapun, karena kami warga masyarakat Pagi tidak menginginkan situasi tidak kondusif. Karena kami sudah sepakat untuk mendukung kandidat/caleg maupun capres dari PDIP,”

“Demi kelancaran pembangunan di desa pakraman pagi (pembangunan balai serbaguna),” demikian bunyi surat tersebut.

Penolakan itu langsung direspons Sandiaga Uno. Di akun facebooknya, Sandi yang baru saja tiba di Bali langsung memberi jawaban.

BACA: Gara-gara Kampanye Hitam, Polisi Tetapkan Pasal Tindak Pidana Pemilu ke Emak-emak

“Hari ini saya akan berkeliling bertemu masyarakat di Kabupaten Gianyar, Klungkung, Karangasem dan Kota Denpasar.

Untuk masyarakat di Kabupaten Tabanan. saya meminta maaf sebesar-besarnya karena harus saya harus membatalkan kunjungan saya ke sana demi menjaga situasi tetap kondusif.

Persatuan dan kerukunan antar masyarakat harus tetap menjadi yang utama. Semoga kita dapat dipertemukan setelah 17 April nanti,” tulis Sandiaga Uno dalam postingan di akun facebook miliknya.

Di sisi lain Kelian Adat Banjar Pagi I Nyoman Subagan yang dikonfirmasi mengakui jika adanya penolakan dari masyarakat Desa Pakraman Pagi, Desa Senganan.

Masyarakat khususnya di banjar dinas pagi sudah sepakat untuk mendukung caleg/capres dari partai PDIP yakni Jokowi–Ma’ruf Amin.

Karena bantuan pembangunan balai serbaguna (banjar) bantuan berasal caleg kabupaten PDIP.

“Jadi itu sudah komitmen masyarakat untuk menolak kedatangan Sandi. Sesuai dengan kesepakatan pada 18 Februari lalu,” paparnya.

Kedatangan Sandiaga Uno di Bali sendiri berjalan dramatis. Usai turun dari pesawat dan mengunjungi masyarakat, kendaraan yang membawa Sandiaga diteriaki Jokowi…Jokowi…saat melintas di pintu keluar Bandara Ngurah Rai.

(jpg/ruh/pojoksatu)

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here