Gerindra soal Seruan Aksi ‘Jokowi End Game’: Apa Tepat Saat Ini?

157

Jakarta – Poster seruan aksi bertajuk ‘Jokowi End Game‘ beredar di media sosial. Partai Gerindra menyarankan agar aksi penyampaian pendapat tak turun ke jalan sehingga menimbulkan kerumunan.

“Kalau mengumpulkan orang banyak di situasi saat ini, menurut saya riskan sekali. Bisa menjadi klaster baru bagi yang berunjuk rasa sendiri,” kata Waketum Partai Gerindra Habiburokhman kepada wartawan, Jumat (23/7/2021).

“Penyampaian pendapat, kritik, saran tidak dilarang, tetapi saran saya lebih baik lewat media sosial atau cara lain yang tidak membuat kerumunan,” imbuhnya.

Habiburokhman pun mempertanyakan soal tuntutan agar Presiden Jokowi mundur dari jabatannya. Menurut Habiburokhman, ada kalanya masa jabatan Presiden Jokowi pun akan habis.

“Tuntutan Jokowi mundur juga saya pertanyakan apakah tepat disampaikan saat ini. Toh, 2024 beliau habis masa jabatannya dan orang yang punya calon pemimpin bisa memilih calonnya tersebut,” ucap anggota Komisi III DPR RI ini.

Proses pemilihan presiden pun akan dilakukan tiga tahun lagi. Sedangkan saat ini, kata Habiburokhman, lebih baik difokuskan pada penanganan pandemi Corona.

“Saat ini kita kedepankan dahulu persatuan menghadapi pandemi. Dalam sistem demokrasi, kita sepakati bahwa evaluasi kinerja kepresidenan ya 5 tahun sekali lewat pemilu,” imbuhnya.

Poster seruan aksi bertajuk ‘Jokowi End Game’ sebelumnya beredar di media sosial. Aksi massa tersebut rencananya dilakukan pada 24 Juli dengan melakukan long march dari Glodok ke Istana Negara.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:

“Mengundang seluruh elemen masyarakat!! Untuk turun ke jalan menolak PPKM dan menghancurkan oligarki istana beserta jajarannya,” demikian seruan pada poster tersebut, seperti dilihat detikcom, Jumat (23/7).

Menanggapi hal itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus memaparkan kondisi COVID-19 di Indonesia dan khususnya di Jakarta. Masyarakat diminta memahami situasi COVID-19 yang sedang mengganas ini dengan tidak melakukan kerumunan.

“Lihat rumah sakit-kuburan udah penuh. Apa mau diperpanjang lagi PPKM ini sementara masyarakat mengharapkan supaya bisa relaksasi. Tapi intinya di sini bagaimana masyarakat mau sadar, mau disiplin, hindari kerumunan,” ujar Yusri kepada wartawan di Polda Metro Jaya.

Sumber Berita / Artikel Asli : Detik

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here