Gerindra Gak Mau Dipaksa Pilih 9 Kader PKS Jadi Cawapres Prabowo, Kurang Jelas?

121
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto

JAKARTA – Ancaman Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang akan meninggalkan Gerindra jika tidak memilih cawapres dari PKS, dijawab enteng.

Sepertinya, partai pimpinan Prabowo Subianto itu juga tidak butuh dengan dukungan PKS untuk Pilpres 2019 mendatang.

Hal itu lantaran partai berlambang kepala burung garuda itu mensinyalkan akan menduetkan Prabowo dengan Anies Baswedan.

Menanggapi ngototnya PKS dengan sodoran sembilan nama kadernya itu, Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad menanggapinya santai.

Menurutnya, wajar jika partai berlambang padi dan bulan kembar itu memaksakan kadernya menjadi cawapres sebagai syarat mitra koalisi di Pilpres 2019.

Demikian disampaikan Dasco di kepada awak media di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Rabu (11/7/2018).

“PKS dengan Gerindra itu sudah demikian lamanya bekerjasama,” ujarnya.

Kendati demikian, lanjutnya, bukan berarti sembilan nama itu menjadi keharusan untuk dipilih Gerindra.

Menurutnya, pembicaraan politik bisa saja menghadirkan nama lain yang bisa disepakati bersama.

“Cawapres dari PKS itu bisa dari nama yang disodorkan atau nama yang diendorse bersama-sama,” terangnya.

Dasco hanya bisa memastikan bahwa apapun dinamika politik yang terjadi, Gerindra tetap ingin melanjutkan kemitraan politik bersama PKS.

“Mudah-mudahan kami tidak akan meninggalkan PKS yang sudah sangat setia kepada kita,” tukas anggota DPR itu.

Untuk diketahui, sebelumnya anggota Majelis Syuro PKS, Tifatul Sembiring mengatakan pihaknya tak akan ragu untuk meninggalkan Gerindra.

PKS, kata Tifatul, hanya akan mengusung Prabowo Subianto apabila cawapresnya adalah kader partai berlambang bulan sabit kembar itu.

Menurut mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Komfinfo) itu, target PKS di Pilpres 2019 ini adalah mengusung cawapres.

PKS tak mau di Pilpres 2019 ini hanya menjadi partai pelengkap koalisi saja.

Bahkan PKS mengancam apabila cawapres tidak dari kadernya, maka lebih baik berpisah dari Partai Gerindra.

Sembilan nama sodoran PKS itu antara lain Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid.

Lalu ada nama mantan presiden PKS Anis Matta, Presiden PKS Sohibul Iman dan politisi senior TIfatul

Selanjutnya ada juga nama Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera, Irwan Prayitno, dan Ketua Majelis Syuro PKD Salim Segaf Al Jufri.

(ruh/pojoksatu)

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.