Geram Jokowi Selalu Dibilang Anti-Islam, KH Ma’ruf Amin: Ente Sudah Berbuat Apa untuk Islam?

210
KH Ma'ruf Amin

Geram Jokowi Selalu Dibilang Anti-Islam, KH Ma’ruf Amin: Ente Sudah Berbuat Apa untuk Islam? 

TRIBUNKALTIM.CO, PALEMBANG – Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 1 Ma’ruf Amin tampaknya geram soal isu yang selalu menyerang kepada Jokowi selama Pilpres.

Bahkan, isu yang menyebutkan Jokowi anti-Islam selalu dihembuskan untuk mempengaruhi suara masyarakat menjelang empat bulan sebelum pencoblosan.

“Ada yang bilang Pak Jokowi anti-Islam. Saya ini kiai kalau anti-Islam tidak mungkin mengajak saya (sebagai cawapres). Pak Jokowi bisa saja milih wakilnya dari politisi, pengusaha, profesional, bisa TNI/Polri. Tapi beliau tidak semuanya (memilih), tapi yang diajak saya seorang kiai, apa bisa itu dibilang anti-Islam,” kata Ma’ruf Amin di Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (10/1/2019).

Selain itu, Jokowi adalah satu-satunya presiden yang menjadi ketua Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS).

Bahkan, menurut Ma’ruf, bank wakaf saat ini sudah didirikan di setiap pesantren dan nantinya ditargetkan dapat  membuat 1.000 bank wakaf.

“Ente sudah berbuat apa untuk Islam? Pak Jokowi sudah banyak, bahkan sudah membentuk bank wakaf di setiap pesantren, nanti akan dibuat 1.000 bank wakaf di pesantren,” ujarnya.

Isu tersebut, kata Maruf Amin, mestinya tak dijadikan sebagai ajang kampanye.

Sebab, masyarakat saat ini membutuhkan program yang menjamin kelangsungan rakyat agar bisa hidup dengan damai.

“Kenapa dibilang anti-Islam? Belum apa-apa sudah ngelindur (ngigau), ini orang mengiggau atau apa. Itu isu provokasi itu hoaks yang disebarkan. Insya Allah Sumsel tidak akan terpengaruh lagi oleh berita bohong, fitnah. Kalau masih percaya namanya oon. Sudah jelas fitnah masih percaya,” kata dia.

Penyebar Hoaks Isu Jokowi PKI Sudah Tobat

Maruf Amin menyatakan, penyebar isu Jokowi seorang PKI saat ini sudah bertobat dan tak ingin lagi mengulangi kesalahan tersebut.

La Nyalla yang disebut menghembuskan isu itu telah menemui Ketua Majelis Ulama (MUI) non aktif tersebut dan meminta maaf atas perbuatannya.

“Kemarin yang membikin isu Pak Jokowi itu PKI namanya La Nyalla. Dia sudah menemui saya dan bilang dia yang menyebarkan, sudah minta ampun dan tobat. Masak yang menyebarkan tidak mau tobat?” kata Maruf Amin, saat meresmikan posko tim kampanye daerah (TKD) Jokowi-Ma’ruf, di Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (10/1/2019).

Menurut Maruf Amin, ketika adanya gerakan PKIJokowi saat itu masih balita dan berusia empat tahun.

Usia tersebut sangat tak masuk akal jika dikaitkan keterlibatan Jokowi.

“Pak Jokowi banyak yang menyebarkan cerita bohong hoaks, banyak yang bilang Jokowi PKI. Padahal, waktu zaman PKI, Pak Jokowi umur 4 tahun, apa ada PKI balita?” sebut Maruf Amin.

Di sisi lain, lanjut Maruf Amin, selama Jokowi menjabat sebagai kepala negara, banyak pembangunan yang dilakukan untuk kepentingan umum, seperti pembangunan jalan tol, pelabuhan, bandara, serta rel kereta api.

Namun, hasil tersebut sering tak diacuhkan oleh pihak lain dan menyebarkan isu jika tidak ada program yang berjalan.

“Program Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan kartu keluarga harapan, semuanya itu diperuntukan kepada masyarakat, kok ada yang bilang tidak ada? saya bilang orang itu buta, ada yang tersinggung,” ujar Maruf Amin.

Maksud kata buta, sebut Maruf Amin, bukanlah secara fisik, melainkan buta hati yang mengatakan tidak adanya program Jokowi yang berjalan selama menjadi Presiden.

“Bukan buta mata, tapi buta hati, tidak melihat kenyataannya, saya tidak lagi mau bilang buta. Mereka punya hati, tapi tidak paham,” ujar dia.

tribunnews.

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.