Geram! Gatot: Saya bersumpah akan jaga negeri ini dari komunis

379
Mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo. Foto Instagram @nurmantyo_gatot

Mantan Panglima TNI Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo menyatakan alasannya mau menjadi salah satu tokoh oposisi. Menurut Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) itu, Gatot tergerak untuk bergabung lantaran makin besarnya pengaruh komunis di Tanah Air.

Hal itu dia utarakan dalam sebuah diskusi soal apakah Komunisme akan bangkit kembali di Indonesia, dalam saluran Youtube Hersubeno Arief. Kata Gatot, dia sudah geram melihat gerakan komunis yang kian merajalela dengan gerakannya.

Terbaru, soal rencana dimunculkannya RUU HIP, yang berarti dianggapnya mengubah Pancasila. “Hal ini lah yang membuat saya bergabung dengan kawan-kawan seperjuangan (KAMI),” kata dia disitat Selasa 22 September 2020.

Gatot Nurmantyo
Gatot Nurmantyo. Foto Instagram @nurmantyo_gatot

“Saya pada 1982 pernah bersumpah di atas Alquran, demi Allah saya bersumpah akan setia pada negara dan UUD 45. Sampai penisun pun saya masih bertanggung jawab terhadap sumpah ini. Sampai kapan? Sampai sumpah itu berganti, saya masuk liang kubur, ditanya apa yang kamu lakukan terhadap sumpah ini?”

“Maka itu saya bangkit saat ini, agar jangan sampai Pancasila diganti. Sebab kalau tidak, tragedi kelam 1965 akan terjadi lagi. Kalau itu benar sampai diganti, saya tak bisa membayangkan,” katanya panjang.

Endus gelagat PKI sejak 2008

Menurut Gatot, bahaya komunisme gaya baru belakangan ini kian nyata adanya. Bahkan dia telah mengendus gelagat bangkitnya gerakan Partai Komunis Indonesia (PKI) sejak 2008 lalu.
Kata dia, hal itu ditandai dengan ditiadakannya sejarah tentang G30SPKI di seluruh sekolah, dan semua strata tingkatan.

Bukan cuma itu, Gatot juga mengatakan kalau dia telah mendapat sejumlah informasi-informasi saat menjadi TNI, terkait bangkitnya komunis gaya baru ketika itu. Sampai akhirnya Gatot memilih membungkusnya dengan proxy war.

Mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo
Mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo. Foto Instagram @nurmantyo_gatot

“Karena ketika itu belum saatnya saya membuka kalau itu gerakan mereka. Memang gerakan ini tidak bisa dilihat bentuknya, tetapi dirasakan bisa,” kata Gatot.

Gatot mengaku prihatin. Sebab banyak pemuda saat ini yang mengaku tak percaya adanya PKI. Ini bukan mitos, namun fakta.

“Kalau yang paling junior adalah kelas 6 SD (pada 2008). Sekarang mereka semuanya yang duduk di universitas tidak pernah mengenyam pelajaran sejarah tersebut. Dan terbukti pada 2017, 90 persen lebih generasi muda tidak percaya adanya PKI,” ujar dia.

Sumber Berita / Artikel Asli : HOPS

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...