Geram dengan Tindakan KKB Papua yang Makin Beringas, KSAD Andika Perkasa Tegas Ambil Tindakan Ini

497

 Hingga saat ini, tak terhitung lagi berapa nyawa yang melayang karena tindakan kekerasan KKB.

Bukannya kian hari kian tenang, KKB Papua malah semakin ganas.

Mereka terus melancarkan peperangan hanya untuk tujuan yang ingin dicapai.

Atas tindakan yang membabibuta dari kelompok separatis tersebut, Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD), Jenderal Andika Perkasa pun mengambil langkah tegas.

Apalagi baru-baru ini, sebanyak 4 anak buahnya yang bertugas di Posramil Kisor, menjadi korban kebiadaban KKB Papua.

Jenderal Andika Perkasa mengatakan, peristiwa gugurnya 4 prajurit TNI di Kisor menjadi pelajaran yang amat berharga.

Hal ini diungkapkan Jenderal Andika Perkasa saat melakukan teleconference pasca penyerangan Pos Komando Rayon Militer Kisor, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat.

Dikatakannya, agar peristiwa semacam itu tidak terjadi lagi, maka pihaknya akan memperkuiat persenjataan prajurit.

Perkuatan persenjataan itu, katanya, akan dilakukan bagi para prajurit yang bertugas di Papua.

Bahkan, kata Andika Perkasa, langkah itu dilakukan pula bagi semua prajurit TNI yang ada di Tanah Air.

Dalam teleconference tersebut, Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa melaporkan pula tentang kronologis kejadian di Posramil Kisor.

Dalam teleconference tersebut, Jenderal Andika Perkasa juga mengevaluasi prosedur pengamanan Pos Koramil TNI AD.

Selain itu melengkapi Prajurit TNI AD dengan persenjataan terutama di daerah perbatasan yang rawan akan ancaman.

“Jadi senjata itu bukan indikator apapun, senjata itu hanya sebagai peralatan perorangan yang memang dimiliki oleh prajurit yang bertugas dan itu bukan hanya di Papua Barat, di Jawa, Jakarta sekalipun ada Koramil itu membawa senjata.

Oke mas Nyoman ya karena apa, karena tidak bagus kalau kita tidak melakukan perubahan, insiden kemarin sudah cukup bagi saya untuk memberikan pembelajaran bagi kita,” ujar Jenderal Andika Perkasa, melansir dari tayangan di channel youtube TNI AD.

Kasad juga menambahkan, sebagai seorang prajurit TNI AD terus melakukan tugas pokok sesuai ketentuan, dan tetap menjaga keamanan serta kenyamanan masyarakat serta negara Republik Indonesia secara maksimal.

“Karena apa, memenangkan kultur atau satu budaya dimana kita menjunjung tinggi persahabatan bahwa dalam hidup kita itu lebih baik kita bersahabat punya toleransi satu sama lain saling bantu itulah yang kita perjuangkan di Pos Koramil Persiapan ini tidak ada yang lain,” ujar Kasad.

Dikemudian harinya Kasad kembali melakukan teleconference dengan Pangdam XVIII/Kasuari, untuk mengupdate informasi terkait arahan yang diberikan, hingga re-disposisi dan re-komposisi Satgas BKO Teritorial Gel. IV, yang akan bertugas di Koramil Persiapan Kodam XVIII/Kasuari.

“Untuk situasi lapangan di Maybrat sementara ini wilayah Papua Barat kondusif terkendali, dan senjata sesuai petunjuk bapak Kasad mulai kita sudah hitung-hitung untuk mereka kita perkuat beberapa pucuk.

Kemudian Satgas BKO jumlah 700 kemudian yang rencana re-disposisi adalah 269.

Inilah yang akan mempertebal Koramil-Koramil sesuai petunjuk bapak Kasad,” ujar Pangdam XVIII/Kasuari.

Jenderal Andika Perkasa akan terus memantau perkembangan dari penanganan kasus penyerangan Pos Koramil Kisor, dan mempersiapkan pasukan TNI AD Satgas BKO Teritorial Gel. IV, demi menjaga bangsa Indonesia dari ancaman keamanan dari pihak lain.

KKB Papua Semakin Membabi Buta

Sementara itu, aksi KKB Papua di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua kini semakin membabi buta.

Kabar terbaru menyebutkan, insiden baku tembak terjadi lagi antara TNI dan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pada Minggu 26 September 2021.

Dalam insiden tersebut, satu personel Satgas Nemangkawi atas nama Bharatu Anumerta Muhammad Kurniadi Sutio gugur terkena tembakan.

Pengamanan kawasan Distrik Kiwirok pun diperketat pasca insiden kontak tembak tersebut.

Kepala Operasi Nemangkawi, Brigjen Ramdani Hidayat menyampaikan pihaknya akan segera mempertebal pasukan pengamanan di daerah Distrik Kiwirok.

“Rencana memang akan kami laksanakan penebalan untuk memperkuat pasukan yang ada,” kata Brigjen Ramdani Hidayat kepada wartawan, Senin 27 September 2021.

Seperti dilansir dari Tribunnews dalam artikel ‘Pasukan Pengamanan Distrik Kiwirok Dipertebal Pasca Insiden Kontak Tembak KKB Papua’

Ramdani menyampaikan penebalan pasukan nantinya akan bergantung dengan tingkat kerawanannya terhadap ancaman keamanan KKB. Namun dia tidak menjelaskan jumlah pasukan yang diturunkan.

“Kalau jumlah kan teknis tergantung kerawanannya,” jelasnya.

Ramdani menambahkan penebalan kekuatan pengamanan itu bertujuan agar menjaga distrik Kiwirok, Pengunungan Bintang, tetap kondusif dan beraktivitas normal kembali.

“Kami lakukan langkah-langkah agar situasi menjadi kondusif dan masyarakat bisa melaksanakan aktivitas kembali,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Satgas Nemangkawi melaksanakan penjemputan para pengungsi menyusul serangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua atas tenaga kesehatan, fasilitas pendidikan, kesehatan serta pemerintahan di Distrik Kiwirok, Papua.

Evakuasi itu dipimpin Kapolres Pegunungan Bintang AKBP Cahyo Kurnito beserta tim Satgas Nemangkawi.

Adapun personel Nemangkawi berangkat pukul 06.00 WIT dan tiba di bandara Oxibil pada pukul 06.45 WIT.

Selanjutnya pada pukul 08.15 WIT, tim gabungan terbang menggunakan Pesawat Smart Aviation ke Distrik Kiwirok dan tiba pukul 08.45 WIT.

“Evakuasi warga dibagi dalam 2 kloter terbang. Kloter pertama terdiri dari 11 warga, 3 anak-anak (2 diantaranya Balita) dan 8 warga dewasa. Kloter kedua terdiri dari 6 warga laki-laki,” kata Wakasatgas Humas Nemangkawi, Kompol Rudi Hartono dalam keterangannya, Sabtu 25 September 2021.

Setibanya di bandara Oksibil, pengungsi diantar langsung ke Polres Pegunungan Bintang untuk dilaksanakan pemeriksaan kesehatan.

Tujuan evakuasi pengungsi ke Polres Pegunungan Bintang agar mendapat bantuan kesehatan, bahan makanan dan trauma healing.

Selanjutnya, kata dia, untuk menjaga kondusifitas di distrik Kiwirok, aparat keamanan khususnya Satgas Operasi Nemangkawi tetap berada di lokasi sampai situasi telah kondusif dan pengungsi dapat kembali ke rumah masing-masing.

“Setelah situasi kondusif warga yang dievakuasi dapat menentukan apakah kembali ke Kiwirok atau akan bersama kerabat atau keluarga yang ada di Oksibil maupun Jayapura.

Kami hadir untuk menegakkan hukum sekaligus menjaga hak warga Kiwirok untuk mendapat rasa aman dari pemerintah dan aparat, tidak ada ruang bagi kekerasan bersenjata di wilayah Papua” pungkasnya.

Tokoh KKB Papua Paling Ditakuti

Salah seorang tokoh KKB Papua yang paling ditakuti, dikabarkan telah meninggal dunia Minggu 26 September 2021.

Sosok yang dipecat dari prajurit TNI tersebut meninggal dunia setelah dirawat beberapa hari di Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura, Papua.

Sosok tersebut adalah Senat Soll, salah satu tokoh KKB Papua, yang dulunya merupakan prajurit TNI.

Selama mengemban tugas sebagai prajurit TNI, Senat Soll selalu melakukan tindakan yang melanggar aturan.

Salah satunya, adalah terlibat dalam jual beli senjata dan amunisi ke kelompok KKB Papua.

Belakangan terungkap fakta, bahwa senjata dan amunisi milik TNI itu, dijual kepada teman-temannya semasa kecil untuk digunakan berperang melawan TNI.

Atas perbuatan tersebut, Senat Soll pun terkena hukuman disersi, dipecat dari satuan TNI.

Sejak dipecat itu, Senat Soll langsung bergabung ke KKB Papua dan langsung menjadi salah satu tokoh yang paling didengar anggota KKB Papua.

Ditambah dengan keterampilannya sebagai prajurit terlatih semasa menjadi anggota TNI, Senat Soll pun kerap membagikan ilmunya kepada anggota-anggotanya.

Kabar tentang kematian Senat Soll itu, tentunya menjadi pukulan telak bagi anggota KKB Papua yang selama ini dididiknya.

Senat Soll meninggal di ruang ICU saat menjalani perawatan medis akibat luka tembak di bagian kaki.

“Benar ada laporan tentang meninggalnya Senat Soll di RS Bhayangkara dan belum diketahui akan dimakamkan di mana,” ujar Direskrimum Polda Papua, Kombes Faizal Ramadhani.

Faisal Ramahdani mengungkapkan itu, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin 27 September 2021.

Faizal menyatakan, pengurusan jenazah hingga pemakaman Senat Soll akan dilakukan oleh Polres Yahukimo.

Senat Soll meningal dunia seteah dirawat intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura.

Senat Soll dirawat setelah ditangkap prajurit TNI Polri markas KNPB yang beralamat di Jalan Samaru, Distrik Dekai, 2 September sekitar pukul 05.00 WIT.

Saat ditangkap, Senat Soll mencoba menyerang dengan menggunakan kapak sehingga aparat terpaksa melumpuhkannya dengan tembakan di bagian kaki.

Senat Soll merupakan mantan anggota TNI yang melarikan diri setelah terlibat dalam jual beli amunisi dengan KKB di Mimika pada 2018.

Sejak itu sampai tahun 2021 ini, Senat Soll melakukan sejumlah aksi kejahatan di Yahukimo.

Polda Papua mencatat, ada 12 tindakan kejahatan yang melibatkan Senat Soll.

Dalam aksi-aksinya, terdapat beberapa tindakan keji berupa pembunuhan. Dan, kekejamannya itu mengakibatkan 11 orang tewas dan tak terhitung korban yang terluka.

Senat Soll Sempat Melawan

Untuk diketahui, Senat Soll yang merupakan tokoh kelompok kriminal bersenjata di Yahukimo itu ditangkap di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Kamis 2 September 2021.

Direktur Reskrimum Polda Papua Kombes Faisal Ramadhani mengatakan, Senat Soll ditangkap di markas Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Yahukimo.

KNPB merupakan organisasi politik dari Tentara Nasional Pembebasan Papua Barat (TPNPB) yang diduga kerap menjadi aktor berbagai aksi demonstrasi di sejumlah wilayah di Papua.

“Dari hasil pengembangan penyelidikan akhirnya terungkap bahwa lokasi penangkapan Senat Soll adalah markas KNPB,” ujar Faisal.

Mengenai keterkaitan KKB Yahukimo dengan KNPB, Faisal belum bisa menyimpulkannya.

“Ini masih dikembangkan, nanti kita lihat perkembangannya,” kata dia.

Kabupaten Yahukimo, sambung Faisal, merupakan salah satu basis terbesar KNPB.

Sedangkan eksistensi KKB di wilayah tersebut baru mulai dalam beberapa bulan terakhir.

Senat Soll merupakan salah satu dari tiga tokoh KKB di Yahukimo.

Tokoh lainnya adalah Tendius Gwijangge dan Temianus Magayang.

Nama Senat Soll tertulis dalam 12 laporan polisi dengan jumlah korban cukup banyak.

Saat masih aktif menjadi anggota TNI, ia pernah terlibat kasus jual beli amunisi dengan KKB di Kabupaten Mimika pada 2018.

Sejumlah aksi kekerasan yang dilakukan telah menyebabkan 11 orang tewas, termasuk dua anggota TNI.

Senat Soll Serang Aparat

Penangkapan Senat Soll ternyata bukan pekerjaan gampang. Pasalnya, detik-detik saat hendak diringkus, Senat Soll masih sempat melakukan perlawanan.

“Saat ditangkap, Senat Soll masih melakukan perlawanan. Dengan menggunakan sebilah kapak di tangan, Senat Soll berusaha membunuh aparat,” ungkap Faisal.

Atas tindakannya yang mengancam nyawa petugas, maka Senat Soll pun dilumpuhkan dengan sebuah tembakan di kaki kanannya.

Senat Soll ditangkap oleh tim gabungan Satgas Ops Nemangkawi dan Polres Yahukimo yang dipimpin langsung Kapolres Yahukimo, AKBP Deni Hendriana.

Seusai melumpuhkan pria berbahaya tersebut, yang bersangkutan langsung diterbangkan ke Jayapura untuk dirawat di RS Bhayangkara Jayapura.

Dalam kepengurusan KKB Papua di Yahukimo, Senat Soll merupakan salah satu dari tiga orang yang ditokohkan.

Dua orang lainnya adalah Tenius Gwijangge dan Temianus Magayang.

Sosok Senat Soll

Senal Soll diketahui merupakan mantan anggota TNI yang membelot dan bergabung dengan KKB di Papua.

Dia pernah terlibat dalam jual beli amunisi senjata api di Kabupaten Mimika.

Senat Soll yang terakhir berpangkat Prada dipecat dari dinas militer lantaran melakukan desersi dan tak berdinas lebih dari 30 hari berturut-turut.

Senat diduga kuat terlibat dalam pembunuhan staf KPU Kabupaten Yahukimo, Hendry Jovinski.

Dia juga diduga sempat berkomplot dalam kasus pembakaran ATM di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo pada 2019.

Kepala Distrik Yahukimo Ditangkap

Satuan Tugas (Satgas) Penegakan Hukum (Gakum) Nemangkawi melakukan penyelidikan pembunuhan dua pekerja PT Indo Papua pada 22 Agustus 2021 oleh Kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Dalam temuannya, petugas menahan empat orang yang diduga kuat terlibat dalam KKB di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo.

Kepala Satgas Nemangkawi Kombes Faisal Ramadhani menjelaskan, awalnya sangat sulit mencari petunjuk mengenai keberadaan KKB tersebut.

Meski para tokohnya sudah dikenali, yaitu Tenius Gwijangge, Senat Soll, dan Temianus Magayang, tetapi aparat kesulitan melacak keberadaan KKB.

Bermula Dari Kendaraan Roda Empat

Beruntung, mereka mendapat informasi dari salah satu warga mengenai adanya sebuah kendaraan roda empat yang mencurigakan.

“Jadi ada satu mobil berwarna hitam yang suka mondar-mandir dari Dekai ke lokasi kejadian (jembatan Kali Brazza), ketika dilacak kendaraan tersebut justru melintas di depan Mapolres (Yahukimo) dan langsung digiring masuk ke dalam,” ujar Faisal di Jayapura, Senin 30 Agustus 2021.

EH, sopir kendaraan tersebut, kemudian diperiksa oleh penyidik Polres Yahukimo.

Dari pemeriksaan diketahui, ada belasan orang yang terkait dengan KKB tengah berada di rumah Kepala Distrik Wusama, EB, di Dekai.

Faisal yang sempat berada di Dekai hingga 28 Agustus 2021 memerintahkan tim gabungan melakukan penangkapan pada Jumat 27 Agustus 2021 malam sekitar pukul 20.00 WIT.

Namun sayang, sekitar lima orang melarikan diri saat penangkapan.

“Jadi ada dua bangunan di kediaman EB, rumah di bagian depan dan honai di belakangnya. Delapan orang yang berada di rumah berhasil kita amankan semua, lima orang yang di honai kabur,” kata dia.

Empat Orang jadi Tersangka, Termasuk Kepala DistrikSetelah diperiksa, polisi kemudian menetapkan EB, EH, Y, dan YH sebagai tersangka pembunuhan berencana, sedangkan sisanya dibebaskan.

Keempat tersangka diduga kuat merupakan bagian dari KKB yang dalam beberapa waktu terakhir kerap melakukan aksi di Yahukimo.

EB yang merupakan Kepala Distrik Wusama berperan sebagai otak dan penyandang dana untuk aktivitas KKB.

EH adalah sopir yang kerap mengantar keperluan KKB.

Sedangkan Y merupakan keponakan EB yang berperan untuk menyiapkan keperluan logistik KKB.

Adapun YH adalah anggota KKB yang kerap ikut langsung dalam berbagai aksi, termasuk pembunuhan empat pekerja bangunan di Kampung Bingky, Distrik Seradala, pada 29 Juni 2021 dan pembunuhan dua pekerja PT Indo Papua di Jembatan Kali Brazza pada 23 Agustus 2021. (*)

Sumber Berita / Artikel Asli : Operanews

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here