Gatot Nurmantyo Ungkap PKI Sudah Susupi TNI, Pengamat Politik Malah Sebut Tak Mau Kalah Sama Vina Panduwinata

482
Presidium KAMI Gatot Nurmantyo. /
Mantan Panglima TNI Jenderal (purn) Gatot Numantyo mengingatkan bahwa paham komunis sudah menyusupi tubuh TNI.

Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya bereaksi keras atas pernyataan Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) tersebut melalui akun Twitter @yunartowijaya, Senin, 27 September 2021.

“Nah khan, tiap september dia manggung lagi… Gak mau kalah sama Vina Panduwinata ‘September Ceria’…,” cuit pengamat politik.

Pernyataan tersebut langsung mendapat respons dari netizen.

“Pensiunan ‘Jenderal’ kok gini amat ya, seperti orang ‘post power syndrome’,” cuit @Sualoon.

Mantan politisi Partai Demokrat Ferdindand Hutahaean pun menanggapi hal tersebut melalui akun @FerdinandHaean3.

“Bukan post power sindrome, tapi tak punya kecerdasan bermain isu utk panggung politik, jadi pake isu basi,” katanya.

Sebelumnya Gatot Nurmantyo mengungkap adanya indikasi penyusupan paham komunis ke dalam tubuh TNI.

Hal tersebut disampaikan melalui webinar yang berjudul ‘TNI Vs PKI‘ pada Minggu, 26 Septembmer 2021.

Gatot mengungkapkan pendapatnya terkait masih ada-tidaknya PKI saat ini. Dia menegaskan komunisme saat ini di Indonesia masih ada meski selalu dibantah berbagai pihak.

“Pertanyaan tadi yang sangat ditunggu, masih adakah komunisme? Jawabannya jelas masih ada, dan terhadap apa yang saya sampaikan tentang PKI tentu selalu ada yang membantah dengan berbagai cara dan pendekatan, bagi saya itu sah-sah aja di negara demokrasi,” katanya.

“Menghadapi komunis hari ini, sangat benar bahwa PKI sebagai organisasi sudah dibubarkan, benar pula hari ini ideologi komunis sudah tidak laku di dunia, tetapi pengalaman di Indonesia merupakan fakta yang tak terbantahkan bahwa PKI dengan serta-merta mudah saja melakukan pemberontakan,” ujarnya.

Gatot lantas memberikan bukti-bukti masih adanya PKI di Indonesia lewat insiden perusakan museum Kostrad. Dia menyebut dalam museum tersebut terdapat sejumlah bukti peristiwa penumpasan komunisme, seperti patung yang dihilangkan.

 

“Bukti nyata jurang kehancuran itu adalah persis di depan mata, baru saja terjadi adalah Museum Kostrad, betapa diorama yang ada di Makostrad, dalam Makostrad ada bangunan, bangunan itu adalah kantor tempatnya Pak Harto (Soeharto) dulu, di situ direncanakan gimana mengatasi pemberontakan G30SPKI di mana Pak Harto sedang memberikan petunjuk ke Pak Sarwo Edhie sebagai Komandan Resimen Parako dibantu oleh KKO,” tuturnya

“Ini tunjukkan bahwa mau tidak mau kita harus akui, dalam menghadapi pemberontakan G30SPKI, peran Kostrad, peran sosok Soeharto, peran Kopassus yang dulu Resimen Para Komando dan Sarwo Edhie, dan peran Jenderal Nasution, peran KKO jelas akan dihapuskan dan (tiga) patung itu sekarang tidak ada, sudah bersih,” lanjutnya.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Galamedia

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here