Fuad Bawazier Sebut Akuisisi Freeport Gombal, Ini Kata Inalum

633
Fuad Bawazier

Jakarta – Penandatanganan Head of Agreement (HoA) antara PT Inalum (Persero) dengan Freeport McMoRan terkait divestasi 51% saham PT Freeport Indonesia (PTFI) disebut pencitraan dan gombal. Kalimat itu dilontarkan oleh Mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazier.

Benarkah hal itu?

Head of Corporate Communication Inalum Rendi Achmad Witular menjelaskan, penandatangan HoA dilakukan secara terbuka agar seluruh pihak tahu bahwa kesepakatan transaksi saham itu bukan tipu-tipu. Meskipun, HoA hanya langkah awal sebelum penyelesaian transaksi terjadi.

“Dia (Fuad Bawazier) kan bisa lihat, itu kan ada orang yang tanda tangan, berarti secara moral mengikat. Seluruh dunia internasional melihat bahwa ini ada kesepakatan dan ini morally binding,” ujarnya kepada detikFinance, Jumat (27/7/2018).

Menurut Rendi untuk mencapai HoA memang cukup sulit. Apalagi tim pemerintah harus melalui negosiasi dengan Freeport cukup panjang dan alot. Dibutuhkan waktu hingga 1,5 tahun untuk mencapai kesepakatan.

“Fase tersulit dari negosiasi ini sudah terlewatkan yaitu masalah harga dan struktur investasi. Karena proses yang tersulit sudah terlampaui maka kita tidak melihat adanya perbedaan yang sangat signifikan antara Inalum dan Freeport dalam menyelesaikan ini semua,” ucap Rendi

“Ketika kita mencapai kesepakatan itu kenapa pada ribut? kenapa enggak dari dulu-dulu mereka ribut. Ini sudah mau deal sudah ada secercah cahaya di terowongan gelap, kok baru ribut sekarang? dulu-dulu kemana aja?” tambahnya.

Rendi juga menekankan tidak ada perjanjian khusus antara Inalum dengan Freeport terkait waktu penandatanganan HoA. Sejak awal melakukan negosiasi targetnya adalah secepat-cepatnya.

“Kan kita ditargetkan secepat-cepatnya. Memang kebetulan selesainya tahun ini. Bukan karena tahun politik,” tambahnya.

Sebelumnya Mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazier menyebut pengambilalihan 51% PTFI hanya pencitraan. Sebab, pengambilalihan saham tersebut belum terjadi.

“Kita sudah tahulah itu mengenai HoA (head of agreement), tadi yang baru baru deklarasi politik sebetulnya itu, tapi bukan ikatan hukum bisnis yang mengikat tapi slogan-slogannya luar biasa. Seperti baru pemerintahan Jokowi-lah, setelah 50 tahun ke Ibu Pertiwi, kita sekarang miliki 51 % dan semua gombal-gombal lain,” kata dia di DPR RI Jakarta, Kamis (26/7/2018).(zlf/zlf) detik

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here