FPI Demo Anti-Ahok, Kapolda Larang Polisi Bawa Senjata Api

1515

Jakarta – Kepolisian Daerah Metro Jaya menyatakan Kepala Polda Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan melarang jajarannya membawa senjata api saat menjaga aksi unjuk rasa, 4 November 2016. Pernyataan ini sekaligus membantah kabar bahwa Iriawan sempat memerintahkan anggotanya menembak pendemo anarkis di tempat.

“Tidak ada perintah untuk menembak di tempat dalam pelaksanaan pengamanan demo. Justru Polri dilarang membawa senjata api saat pengamanan demo tersebut. Apalagi menembak di tempat,” ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro, Komisaris Besar Awi Setiyono, di Jakarta, Minggu, 30 Oktober 2016.

Awi mengatakan, Polda Metro Jaya resah dengan berkembangnya isu perintah Kapolda akan menembak pendemo di tempat. Ia mengatakan, jangan sampai isu tersebut justru digunakan untuk memecah belah dan memprovokasi. “Kita harus waspada terhadap pihak yang tidak beranggung jawab yang memanfaatkan moment ini untuk anarki,” kata Awi.

Komisaris Besar Awi mengatakan demonstrasi adalah hak setiap warga negara. “Polri ingin kawal tiap demo berjalan aman dan damai karena itu hak tiap warga negara,” kata dia.

Front Pembela Islam berencana menggelar aksi demonstrasi pada 4 November 2016. Rencananya akan akan ada 500 ribu irang yang akan berdemo di sekitaran Istana Negara, Balai Kota DKI, dan Masjid Istiqlal. Mereka meminta Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama agar dihukum karena dinilai telah menistakan agama.

EGI ADYATAMA | TEMPO


*Repelita Online merupakan wadah untuk menyalurkan ide/gagasan/opini/aspirasi warga. Setiap opini/berita yang terbit di Repelita Online yang merupakan kiriman dari penulis merupakan tanggung jawab dari Penulis.
Join @Repelita Channel on Telegram

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here