Fitnah Jokowi PKI dan China, Erick Thohir: Indonesia Butuh Figur Seperti La Nyalla

164

 JAKARTA – La Nyalla Mattaliti membuat pengakuan yang menghebohkan yakni seabgai pencipta fitnah terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi).

La Nyalla mengaku, dirinya memfitnah orang nomor satu di Indonesia itu sebagai PKI, beragama Kristen dan keturunan China.

Fitnah tersebut dibuatnya pada Pilrpes 2014 lalu saat dirinya masih menjadi pendukung Prabowo Subianto.

Pengakuan Kadin Jawa Timur itu pun memantik reaksi Gerindra yang tak terima dan meminta polisi menangkapnya.

Namun tak demikian dengan kubu Jokowi-Ma’ruf yang merasa sama sekali tak terganggu dengan fakta tersebut.

Malah, kubu pasangan petahana itu sama sekali tak berniat melaporkan perbuatan La Nyalla ke polisi.

Demikian disampaikan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Erick Thohir, dalam Rakornas Tim Advokasi dan Hukum Jokowi-Ma’ruf Amin di Jakarta, Kamis (13/12/2018).

Erick menyatakan, mantan Ketua PSSI itu sudah menyampaikan permintaan maafnya secara langsung kepada Jokowi.

“Kan minta maafnya ikhlas dan langsung pada yang disakiti (Jokowi),” ujarnya.

Mendapat permohonan maaf itu, orang nomor satu tersebut lantas memaafkannya.

“Kondisinya kan yang disakiti dan yang bersalah sudah meminta maaf, artinya kan selesai,” lanjut Erick.

Pemilik Mahaka Group itu menjelaskan, La Nyalla adalah fihur yang luar biasa karena mau mengakui kesalahan yang sudah ia perbuat, terlebih kepada presiden.

Mantan Ketua PSSI itu juga disebut Erick cukup ksatria dengan hati nurani menegaskan bahwa fitnah yang ia buat itu adalah hoax.

Mantan anak buah Prabowo Subaianto itu juga telah mengaku dan meminta maaf dengan ikhlas kepada Jokowi dan Kiai Ma’ruf yang telah disaitinya.

“Indonesia butuh figur seperti ini, yang berkata jujur mana yang benar, mana yang salah,” lanjutnya.

“Saya menghormati Bang Nyalla, beliau itu temen saya juga. Alhamdulillah dia menyuarakan hati nuraninya, kebenarannya,” tambahnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono mengatakan harusnya La Nyalla Mattalitti ditangkap pihak kepolisian.

Karena dia adalah otak penyebaran hoax di Pilpres 2014 yang dimenangkan oleh Joko Widodo itu.

Terlebih, redaksi majalah Obor Rakyat juga telah diputus pengadilan bersalah atas kasus tersebut.

“Harusnya ditangkap juga itu La Nyalla, sebab redaksi Obor Rakyat sudah divonis bersalah akibat hoax,” ujar Arief.

Arief menambahkan, salah satu penyebab kekalahan Prabowo Subianto di Pilpres 2014 silam karena ulah La Nyalla Mataliti juga.

Sebab, apa yang dilakukan mantan politisi Partai Gerindra itu, Jokowi malah mendapatkan simpati dari rakyat.

(gwn/jpc/ruh/pojoksatu)

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here