Filipina Sukses Usir Kapal Perang China di Wilayah Laut Natuna Utara yang Disengketakan

246
Ilustrasi kapal perang. Filipina sukses usir kapal perang China di wilayah ZEE mereka. /Reuters/Maxim Shemetov

Ketegangan di Laut Natuna Utara, tepatnya di wilayah yang disengkatakan, kini mulai memanas.

China semakin aktif mengirim kapal perang, untuk latihan di wilayah Laut Natuna Utara yang disengketakan.

Aksi China itu pun menjadi ancaman bagi negara-negara yang berada di wilayah Laut Natuna Utara.

Sejak awal tahun 2021, China mulai aktif menginjakkan kaki di wilayah Filipina.

Pada 13 Juli 2021 lalu, telah terjadi upaya pengusiran kapal perang China oleh penjaga pantai Filipina, di wilayah Marie Louise Bank, 147 mil laut dari pantai kota El Nido, provinsi Palawan, Filipina Barat.

Pihak penjaga pantai Filipina mengatakan telah mengikuti kapal perang China di zona ekonomi eksklusif (ZEE), dan memberi peringatan.

China disebut mengerahkan kapal perang Angkatan Laut 189. Kapal tersebut sempat berpindah dari Marie Louise Bank, setelah berulang kali ditantang oleh kapal penjaga pantai BRP Cabra.

Melansir laman The Star, pada 30 Juni lalu, penjaga pantai Filipina mengusir lima kapal CHina dan dua kapal Vietnam dari wilayah yang sama.

Sejak Maret 2021 lalu, ada 300 kapal China yang terlihat di berbagai wilayah di Laut Natuna Utara.

Usai pengusiran tersebut, Filipina semakin meningkatkan patroli di Laut Natuna Utara di tengah meningkatnya kehadiran kapal asing.

Selama ini China telah mengklaim hampir seluruh wilayah di Laut Natuna Utara.

China berani membangun pulau buatan untuk dijadikan pangkalan militer, dengan fasilitas militer yang lengkap.

Pihak China selalu menyangkal jika dituduh menginjakkan kaki ke negara lain.

Negeri Tirai Bambu itu selalu mengklaim hanya melakukan latihan militer di wilayah mereka.

Tak hanya Filipina, Vietnam, Malaysia, Brunei, dan Taiwan juga memiliki klaim yang tumpang tindih di wilayah yang disebut memiliki sumber daya alam melimpah itu.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here